Pemanfaatan sistem informasi manajemen kepegawaian sebagai dasar pengambilan keputusan di Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu
HALID, dr. Kristiani, SU
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (KebijakanLatar Belakang. Masalah-masalah kepegawaian seperti penempatan, pendidikan dan pelatihan, keterlambatan kenaikan pangkat dan gaji berkala masih sering dijumpai di Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu. Hal tersebut dikarenakan sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) belum berjalan optimal. Dalam pengambilan keputusan kepegawaian dibutuhkan sistem informasi yang memadai dan tersedia setiap saat. Tujuan. Untuk mengetahui pemanfaatan sistem informasi manajemen kepegawaian di Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu dalam pengambilan keputusan. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan rancangan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah pengambil keputusan, petugas kepegawaian dan PNS yang bermasalah. Cara pengumpulan data dengan menggunakan DKT, wawancara mendalam dan observasi serta check dokumen. Data akan dianalisis dengan cara content analysis. Hasil : SIMPEG di Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu belum berjalan sebagaimana mestinya karena data kepegawaian yang telah disusun hilang, sehingga proses pengambilan, entry data harus diulang lagi. Pergantian kepemimpinan di Dinas menyebabkan SIMPEG kurang mendapatkan perhatian. Dalam proses pengambilan data terhambat oleh lambatnya formulir yang masuk dan ketidakjujuran PNS dalam mengisi formulir serta petugas pengelola SIMPEG belum dilatih. Sarana tidak memadai dan tidak tersedianya dana, sehingga informasi yang diberikan sering terlambat. Pengambilan keputusan manajemen sumber daya manusia belum mengutamakan SIMPEG. Informasi tentang loyalitas dan hubungan personal yang belum tersedia dalam SIMPEG dan keterbatasan jumlah PNS menyebabkan pihak manajemen melakukan kebijakan pemerataan potensi PNS yang tersedia dan belum menggunakan SIMPEG untuk pengambilan keputusan. Hal tersebut berakibat kasus penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Kesimpulan : SIMPEG Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu belum menjadi dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah kepegawaian.
Background: The problems of officer like location, training and education, delay of promotion and periodic salary still is often met in Public Health Service Province of Bengkulu. The mentioned because of information system officer management (SIMPEG) not yet walked optimal. In decision making officer required information system by adequate and available every time. Target: To know exploiting of information system officer management in Public Health Service Province of Bengkulu in decision making. Research Method: This Research is research qualitative use case study device. This subject of this research is taker of decision, employee officer and PNS having problem. Way of data collecting by using DKT, circumstantial interview and observation and also document check. Data will be analysed by analysis content. Result: SIMPEG in Public Health Service Province of Bengkulu not yet walked properly because officer data which have been compiled by lose, so that process intake, data entry has to be come again. Commutation of leadership on duty isn't it SIMPEG less get attention. In course of intake of data pursued by tardy form him which enter and dishonesty of PNS in filling form and also officer of organizer of SIMPEG not yet been trained, medium not adequate and not be made available fund, so that given information often lose time. Decision making of human resource management not yet majored SIMPEG. Information about loyalty and personal relation was not yet available in SIMPEG and limitation amount of PNS isn't it side management do policy of generalization of potency of PNS the availableness and do not use SIMPEG for the decision making, The mentioned cause case location of officer which disagree with his interest. Conclusion: SIMPEG Public Health Service Province of Bengkulu not yet becomes base decision making related to officer problem.
Kata Kunci : Manajemen Layanan Kesehatan,Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian,Pengambilan Keputusan