Laporkan Masalah

Konflik peran, ketidakjelasan peran, kelebihan beban kerja dan kinerja Pegawai Akademi Kebidanan Pemerintah Kabupaten Kudus

FEBRIANA, Heni, dr. Rossi Sanusi, MPA.,Ph.D

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebijakan

Latar belakang. Rangkap jabatan yang terjadi pada pegawai Akademi Kebidanan Pemkab Kudus menyebabkan timbulnya konflik peran dan ketidakjelasan peran bagi pegawai. Hampir 22% pegawai yang berstatus PNS merupakan pegawai Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum dan Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Hal ini menyebabkan pegawai kadang harus menyelesaikan dua pekerjaan yang berbeda. Pada saat volume kegiatan meningkat misalnya penerimaan mahasiswa baru, wisuda, praktek mahasiswa, ujian semester maupun ujian akhir pegawai harus menyelesaikan pekerjaan yang bertentangan dengan tanggung jawab pekerjaannya, tapi berdasarkan kepanitiaan yang dibentuk sesuai kebutuhan. Penunjukan kepanitiaan ini berdasarkan jabatan struktural masing-masing pegawai. Beban mengajar staf pengajar rata -rata 10-48 jam per minggu juga mengakibatkan beban kerja yang berlebih pada staf pengajar, sedangkan dengan jadwal waktu bekerja antara 6-9 jam per hari bagi pegawai akan mempengaruhi kinerja pegawai secara keseluruhan. Metode. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survey dengan pengambilan data secara cross sectional. Pengambilan data konflik peran, ketidakjelasan peran, kelebihan beban kerja menggunakan kuesioner yang digunakan pada penelitian Peterson et al. (1995), sedangkan kuesioner kinerja menggunakan kuesioner dari penelitian Fried et al.(1998). Selain itu juga dengan wawancara kepada pegawai AKPK serta data-data sekunder yang terkait. Subyek penelitiannya seluruh pegawai AKPK sebanyak 46 pegawai. Hasil. Analisis person korelasi menunjukkan hasil bahwa ada hubungan pada konflik peran (r –0,404), ketidakjelasan peran (r –0,335), kelebihan beban kerja ( r -0,554) dengan kinerja pegawai. Makin tinggi konflik peran makin rendah kinerjanya. Makin tidak jelas perannya makin rendah kinerjanya. Makin tinggi beban kerja pegawai maka makin rendah kinerjanya.

Background: Multiple appointments assumed by employees the Midwifery Academy of Kudus result in role conflict and role uncertainty. Approximinately 22% of the employees who are civil servants status are employees the Kudus District Health Office, General Hospital and Administration. Indonesia times of increased work load (e.g., during student admission, graduation, field work, semester orang final examination) employees are required to function in ad hoc committers based on their stuctural positions. The teaching load of more than hours per week is also a cause of excessive workload for lecturers, while working hours of 6-9 hours a day, six days a week influence employee performance. Method: Role conflict, role ambiguity and excessive workload data were collected cross sectionally from all 46 employeers by means of questionaire adapted from Peterson et al. (1995), while performance data were collected from their respective employeers by means of a questionaire adapted from Fried et al. (1998). Pearson correlation coeffisients were computed to determine the practical significance of the correlations. Result: The results indicate that there is a weak between role conflict (r= – 0.404), role ambiguity (r= –0.335), and excessive workload (r= –0.554) and employee performance.

Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Konflik Peran,Kinerja Pegawai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.