Tinjauan mengenai perlindungan terhadap tertanggung dalam perjanjian baku pada asuransi kerugian :: Studi kasus pada PT Asuransi Bangun Askrida Cabang Pontianak
FITRIYADI, Adi, Dr. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN
2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari jawaban atas dua permasalahan yang timbul dari pelaksanaan perjanjian asuransi, yaitu : 1. Apakah perjanjian yang dibuat secara baku dalam praktek asuransi kerugian, tergolong perjanjian tidak seimbang ? 2. Pada posisi yang demikian apakah tertanggung mendapatkan perlindungan yang diharapkan ?? Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang menekankan pembahasan pada norma-norma hukum yang ada. Tipe penelitian yuridis normatif ini dilakukan dengan mencari konsepsi-konsepsi, teori-teori, pandangan-pandangan yang relevan dengan pokok permasalahan atau yang dikenal dengan sebutan penelitian kepustakaan. Untuk melengkapi dan menunjang penelitian kepustakaan ini maka dilakukan penelitian lapangan yang berusaha mencari data-data secara langsung berdasarkan realitas yang terjadi dilapangan, untuk kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Berdasarkan analisis data hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan : 1. Perjanjian baku didalam praktek asuransi kerugian tidak memenuhi ketentuan pasal 1320 point 1 jo 1338 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan pasal 18 ayat (1) dan ayat (2) UU nomor 8 tahun 1999 karena syarat dan kondisi perjanjian asuransi kerugian, semuanya ditentukan secara bebas dan sepihak oleh penanggung, dan rumusan mengenai hak-hak para pihak tidak seimbang sehingga dapat digolongkan perjanjian tidak seimbang. 2. Perjanjian asuransi kerugian yang pembuatan polis dilakukan secara baku, dapat dikategorikan sebagai perjanjian yang tidak seimbang karena posisi tawar para pihak tidak seimbang, namun didalam praktek tertanggung selalu mendapatkan perlindungan yang yang menjadi haknya.?
The purpose of this observation is to find out two essential things which always occurs when using insurance agreement. First, the equality between insured and insurance company. Is it balance or not in performing loss insurance? Second, in this kind of conditions does the insured get the protection? This observation is using juridical normative approach and focus on norms of law. This approach was supported by looking for relevant concepts, theories and opinions, which is known as library research. In order to complete and support library research, the field research was also conducted by finding the data on the field, then being analyzed using descriptive qualitative methods. According to the result of the observation, it can be concluded that: First, the standard contract on loss insurance is not appropriate with article 1320 point 1 jo 1338 paragraph 1 Civil Law and article 18 paragraph 1 and paragraph 2 Institution number 8/1999, because all the terms and conditions of policy in loss insurance has been made freely and unilateral by the insurance company, and it makes the formulation about the rights of rubber side unproportional and it can be classifield as unproportional agreement. Second, the policy in loss insurance agreement has already made standardly, therefore it also can be classified as unproportional because the bargaining position of the insured and the insurance company are not balance, the insured still can get the protection as they expected.
Kata Kunci : Hukum Perjanjian,Asuransi Kerugian,Perlindungan Hukum,The accomplishment of standard contract, the protection of insured