Proses pengambilan keputusan dokter
MOORDININGSIH, Dr. Faturochman, MA
2005 | Tesis | S2 PsikologiPengambilan keputusan dokter memainkan peran penting dalam proses pemulihan dan penyembuhan pasien. Penelitian yang dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk melakukan studi eksplorasi tentang bagaimana individu melalui sebuah proses pengambilan keputusan. Penelitian ini melibatkan 11 dokter spesialis sebagai informan penelitian dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi. Data dari wawancara dengan para dokter tersebut digunakan untuk mencermati lebih detail teori-teori psikologi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini menunjukkan sebuah dinamika psikologis bahwa proses pengambilan keputusan akan dilalui dengan lebih baik bila didukung oleh: sensitivitas, informasi yang jelas, keberadaan standar yang baik, ketersediaan alternatif -alternatif pilihan, dilandasi oleh kestabilan emosi, intuisi yang benar dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok dari pengambil keputusan. Penelitian ini juga menemukan bahwa model berfikir algoritma membantu para pengambil keputusan untuk berfikir mengikuti percabangan logika secara sistematis, berdasarkan pada kriteria keputusan yang jelas, sederhana namun tidak menyederhanakan permasalahan. Model Bayesian yang mendasarkan diri pada teori peluang cenderung memiliki keterbatasan untuk digunakan dalam aplikasi. Diskusi umum dari penelitian ini menyarankan untuk mengkaji penerapan teori generasi kedua dari perilaku pengambilan keputusan sebagai alternatif yang juga bisa dijadikan sebagai pilihan referensi teori.
Physician decision making has an important impact on patient’s recovery and rehabilitation. A qualitative research of decision making process was conducted to explore how physicians arrive at a diagnosis decision. The informants were 11 skilled physicians who interviewed and participated in in-depth interview and observation. Data from interviews with physicians were used to construct and examine theories of decision making. The study found that decision making process would be better if supported by self-sensitivity, clear information, good standard operation procedure, alternatives availability of choices, adequate emotions, meaningful experiences, and good team-working. The author also found that algorithmic model encouraged the decision maker to think systematically and follow a logical sequence through decision making process. Bayesian model that based on probability theory had limitations on applications. The discussion suggests that second generation theories of behavioral decision can be chosen.
Kata Kunci : Pengambilan Keputusan,Medis,Dokter