Laporkan Masalah

Kapitalisasi sektor pariwisata dan marginalisasi masyarakat lokal :: Studi di Desa Senggigi Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat

KARIM, Abd, Dr. Heru Nugroho

2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Konsentrasi Studi Pembangunan)

Besarnya sumbangan pariwisata bagi devisa maupun PAD membuat banyak pihak, terutama pemerintah berusaha keras untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai sektor andalan dalam menyumbangkan devisa. Di Indonesia, pariwisata merupakan sektor yang diandalkan dalam pembangunan ekonomi setelah sektor migas. Untuk itu tidak berlebihan, banyak yang percaya bahwa pariwisata akan dapat membantu memulihkan krisis ekonomi. Bahkan sektor ini dijagokan oleh pemerintah sebagai "dewa penyelamat" bagi penerimaan devisa. Beberapa daerah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat berusaha keras melakukan proses kapitalisasi pada sektor pariwisata. Pada pihak lain pengembangan sektor ini juga mendapat kritik karena duanggap yang lebih diuntungkan hanya pemilik modal, sedangkan masyarakat cenderung menjadi korban pelaksanaan pembangunan tersebut. Untuk itu pelaksanaan pengembangan sektor pariwisata hingga sekarang terdapat pro dan kontra. Penelitian ini difokuskan pada pertanyaan ; bagaimana proses kapitalisasi sektor pariwisata dilakukan dan dampaknya terhadap masyarakat lokal? Secara metodologis, mempertautkan kajian pustaka dan analisis temuan empiris, khususnya di obyek wisata Senggigi Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pilihan obyek ini didasarkan pada alasan ; (1) di Senggigi telah dilakukan proses kapitalisasi sejak tahun 1989 oleh Pemda setempat, (2) Pemerintah Daerah mengelola Senggigi melalui pendekatan sistem persaingan pasar (market competition), dimana pemerintah memberikan kebebasan bagi pemilik modal untuk bersaing dan menguasai tanah-tanah yang ada secara bebas (tanpa dibatasi). Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa proses kapitalisasi yang dilakukan telah mengakibatkan pada terjadinya marginalisasi terhadap masyarakat lokal. Ekspansi pemilik modal dalam menguasai tanah-tanah masyarakat menimbulkan penyusutan lahan. Akibatnya masyarakat menjadi kehilangan sumberdayanya sebagau sumber pendapatan. Aktivitas pertanian, beternak yang sebelumnya menjadi andalan utama telah hilang sebab tanah-tanahnya tekah menjadi milik pemilik modal. Selain itu bagi nelayan juga menemui kendala, karena daerah tangkapannya menjadi dibatasi karena dianggap mengganggu bagi aktivitas kepariwisataan. Dengan kata lain masyarakat kehilangan mata pencahariannya sebagai petani, peternak dan nelayan. Di pihak lain pengelolaan pariwisata masyarakat tidak diberikan akses untuk menikmatinya, padahal tanah sebagai sumber pendapatan satu-satunya telah diambil-alih untuk kegiatan kepariwisataan tersebut. Akibatnya kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan sosial semakin mewarnai kehidupan masyarakat Senggigi.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Kapitalisasi,Pariwisata,Pemiskinan Masyarakat Lokal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.