Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan persalinan gratis di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat

SAIMI, Prof.dr. Hari Kusnanto J., DrPH

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebijakan

Latar Belakang. Rendahnya pemanfataan puskesmas dan sarana kesehatan yang lain sebagai tempat pertolongan persalinan berakibat tingginya angka kematian pada ibu dan bayi. Berdasarkan catatan kesehatan ibu dan anak, Kabupaten Lombok Tengah angka kematian ibu tahun 2002 adalah sebanyak 28 dari 16.102 jumlah persalinan berarti 173 per 100.000 ibu meninggal karena kehamilan dan persalinan. Pada tahun 2003 tercatat sejumlah 17 kematian Ibu maternal dari jumlah persalinan sebanyak : 17.317 persalinan berarti 98 per 100.000 ibu meninggal karena kehamilan dan persalinan. Persalinan oleh tenaga kesehatan pada tahun 2003 sebanyak 62,12%, 2004 sebanyak 65,38%, yang lainnya persalinan non-nakes. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan pelayanan oleh masyarakat Pemerintah Lombok Tengah menempuh kebijakan membebaskan biaya pelayanan persalinan di puskesmas tanpa membedakan kaya atau miskin. Metode. Penelitian ini adalah penelitian Survei cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan menggunakan kuisioner, data di analisis dengan analisis statistik regresi berganda (multiple regression), alat bantu analisis menggunakan program SPSS 11.5 for windows. Data kualitatif dikumpulkan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) dan diskusi kelompok terpokus (focus group discussion). Subyek penelitian adalah ibu yang bersalin dipuskesmas, jumlah sampel 100 responden yang bersalin pada tahun 2004, dan 9 orang tdiwawancarai secara mendalam, untuk diskusi kelompok terfokus diwakili 4 orang ibu setiap desa. pengambilan sampel tidak secara acak, menggunakan teknik convenience (non probability sampling). Hasil penelitian. Variabel independen berpengaruh adalah persepsi terhadap mutu pelayanan dan pendapatan keluarga. Variabel persepsi mutu pelayanan terhadap pemanfaatan pelayanan gratis, hasil analisis diperoleh nilai koefisien regresi 0,8320, hal ini memperlihatkan semakin tinggi persepsi mutu pelayanan, maka semakin tinggi pemanfaatan persalinan gratis (p= < 0,5). Pendapatan keluarga berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan persalinan gratis, diperoleh hubungan kebalikan dan signifikan, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi -0,413. Semakin tinggi pendapatan semakin rendah pemanfaatan pelayanan gratis (p= < 0,05). Kesimpulan. Pemanfaatan pelayanan persalinan Puskesmas dipengaruhi oleh persepsi tentang mutu pelayanan, semakin baik persepsi mutu pelayanan persalinan Puskesmas maka pemanfaatan pelayanan persalinan gratis akan tinggi. Bagi masyarakat yang berpendapatan tinggi kecenderungan tidak memanfaatkan pelayanan persalinan gratis di Puskesmas.

Background: Low utilization of maternity services offered by primary health centers and other health care clinics has been associated with maternal and child mortality. Data recorded in Central Lombok District indicated that maternal deaths in 2002 were 28 out of 16,102 live birth, or 173 maternal mortality per 100.000 live birth, In 2003, 17 maternal deaths (98 per 100.000 live birth). The were 62,12% deliveries attended by skilled personnel. The Central lombok goverment implemented policy to free delivery care at primary health centers. Methods: Cross-sectional survey was carried out, qualitative and quantitative data were collected using questionnaries and interview guidelines. Multiple regression analyses were conducted using SPSS 11.5 for windows. Focus group discussion and interviews were done among mothers in the villages. The survey sample comprised 100 respondents who delivered babies in 2004, selected based on convenience. Results of Research: The regression analyses showed that perception of quality of maternity and delivery care and household income predicted utilization of free maternity care at primary health centers. The higher the perception of quality, the hi gher the utilization of free maternity care (coefficient = 0,8320, p< 0,05). The higher the household income, the lower the utilization of free maternity care (coefficient = -0,413, p<0,05). Several quality problems perceived by respondents were the lack of empathy of health staff, failure to provide examination and care thoroughly, and adequate supplies of drugs. Conclusion: The provision of free maternity care should be accompanied by quality improvement. The policy of free maternity care has achieved equity principle by higher utilization among those with lower household income.

Kata Kunci : Manajemen Layanan Kesehatan,Puskesmas,Persalinan Gratis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.