Laporkan Masalah

Hubungan pembelajaran organisasi dan perilaku sebagai anggota organisasi di Puskesmas Laguboti

SIRAIT, Dorlyn, dr. Rossi Sanusi, MPA.,Ph.D

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebijakan

Pelaksanaan lokakarya mini bulanan puskesmas Laguboti monoton dan tidak terlihat interaksi antar peserta lokakarya mini sehingga dianggap sebagai rutinitas untuk menyampaikan laporan dan fungsi lokakarya mini jadi terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pembelajaran organisasi dan perilaku sebagai anggota organisasi di Puskesmas Laguboti. Unit analisis dalam penelitian ini adalah karyawan puskesmas Laguboti dengan subjek penelitian berjumlah 34 orang, umur berkisar 25 tahun - 55 tahun, lama kerja = 1 tahun dan pendidikan minimal setara SMU. Rancangan penelitian cross- sectional, alat ukur yang dipergunakan terdiri dari 1) kuesioner pembelajaran organisasi yang diadopsi dari Jones (2005), yang terdiri dari 24 item; dan, 2) kuesioner perilaku sebagai anggota organisasi yang diadopsi dari Williams & Anderson (1991), yang terdiri dari 14 item. Komentar terbuka yang bertujuan untuk penguatan data kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif kuat antara pembelajaran organisasi dan perilaku sebagai anggota organisasi (r=0,676). Konstribusi yang diberikan oleh pembelajaran organisasi 45,7% terhadap perilaku sebagai anggota organisasi. Umur, lama kerja dan pendidikan bersama-sama memberikan konstribusi sebesar 2,1% terhadap OCB. Hasil komentar terbuka memberi dukungan terhadap data kwantitatif. Ada hubungan bermakna antara pembelajaran organisasi dan perilaku sebagai anggota organisasi; dan, faktor umur, lama kerja dan pendidikan memperkuat hubungan pembelajaran organisasi dan perilaku sebagai anggota organisasi

The monthly mini workshops of the Laguboti Health Center were monotonous and there was no interaction among participants. The workshops were just considered as routine for reporting and its function was neglected. The purpose of the study was to analyze the relationship of organizational learning (OL) and organizational citizenship behavior (OCB). The units of analysis were 34 staff members, age 25 to 55 years, ³ 1 years tenure and = senior high school education. The study design was cross sectional. The research instruments were questionnaires that measured: 1) OL, adopted from Jones (2005), by means of 24 items; and, 2) OCB, adopted from Williams and Anderson (1991), by means of 14 items. Open comments were solicited to support quantitative data. Results of the study showed that there was a strong positive relationship between OL and OCB (r=0.676). OL contribute 45.7% to OCB. Age, tenure and education together constribute 2.1% to OCB. Open comments supported the quantitative data. There was a significant relationship between OL and OCB; and, age, tenure and education slightly strengthened the correlation OL and OCB.

Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Lokakarya Mini,Puskesmas,Perilaku Anggota


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.