Kerjasama lintas sektor penanggulangan malaria di Bukit Menoreh Kabupaten Kulon Progo
LESMANA, Tedy Candra, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (KebijakanLatar belakang: Salah satu kebijakan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk pengendalian malaria adalah kerjasama lintas sektor melibatkan dinas lain pemerintah daerah, khususnya kegiatan pengendalian lingkungan. Advokasi dan sosialisasi lintas sektor penanggulangan malaria terhadap dinas lain telah dilakukan Dinkes, namun belum sepenuhnya mendapat respon dari dinas terkait. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kerjasama lintas sektor penanggulangan malaria di Bukit Menoreh Kabupaten Kulon Progo dan mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Variabel penelitian yang diamati meliputi kerjasama lintas sektor, anggaran, komunikasi, komitmen, peran dan tanggung jawab. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan analisis dokumen. Informan kunci yang diwawancara meliputi pejabat Dinkes dan dinas lain yang terlibat dalam kerjasama lintas sektor penanggulangan malaria. Hasil: Telah ada beberapa kegiatan kerjasama lintas sektor untuk penanggulangan malaria antara Dinkes dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pertanian dan Kelautan. Ketiadaan anggaran merupakan kendala pelaksanaan kegiatan sektor dinas lain. Pertemuan koordinasi lintas sektor dilakukan satu kali setahun dengan kegiatan sosialisasi program penanggulangan malaria oleh Dinkes. Komitmen masih sebatas sepakat, tidak ada keterlibatan pengambil keputusan masing-masing dinas pada tahap perencanaan dan pemecahan masalah. Peran masing-masing dinas sudah dipahami, namun belum ada tanggung jawab mereka dalam penanggulangan malaria. Kesimpulan: Telah ada kerjasama lintas sektor penanggulangan malaria tetapi belum optimal dan dipengaruhi faktor anggaran, komunikasi, komitmen, peran dan tanggung jawab.
Background: One of District’s Health Agency policies in Kulon Progo Regency to malaria control is a cross sectoral collaboration involves other agencies local government, especially environment activity control. Advocacy and socialization cross sectoral malaria overcome to other agencies/institution have been conducted, but not yet fully get their response. Objectives: This study was conducted to describe cross sectoral collaboration malaria overcome in the Menoreh Hills of Kulon Progo District and to explore factors related to cross sectoral collaboration. Method: The study used was a qualitative with a case study design. It was conducted to observe variables of cross sectoral collaboration, budget, communication, commitment, roles and responsibility. Data were collected by in-depth interview and documents analysis. The key informants who interviewed included official of District Health Agency and other agencies/institution of district government which involved in the cross sectoral overcome malaria. Result: There have some collaboration cross sectoral activity for malaria overcome between District Health Agency with Education Agency, Society and Community Empowerment Agency, and Agriculture and Oceanic Agency, and Social Welfare Local Secretariat. Lack of budget represents the constraint of other agency's sector activity. Coordination meeting to conducted once of year with the activity of socialization of malaria overcome by District Health Agency. Commitment still limited to agreement, there no each decision maker involvement at stage of planning and trouble-shooting. Each role on agency have been comprehended, but there is no their responsibility in malaria overcome. Conclusion: There have any cross sectoral collaboration to overcome malaria, but not yet optimally. This factor indicated that lack of budget partner agency, poor of communication, lack of commitment, unclearly of role and responsibility.
Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan, Penanggulangan Malaria, Kerjasama Lintas Sektor, cross sectoral, collaboration, malaria, and agency.