Laporkan Masalah

Analisis dan simulasi numeris kelongsoran pada Embankment jalur Kereta Api Ciganea-Sukatani Km 113+300

HANDIMAN, Iman, Dr.Ir. Ahmad Rifa'i, MT

2005 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Setelah musim hujan November 2002 jalur double track Kereta Api Km 113+300 dengan total tinggi timbunan lebih dari 15 m yang terletak di daerah Ciganea-Sukatani memperlihatkan terjadinya penurunan dan longsoran. Beberapa solusi perkuatan seperti gabion, tiang rel, dan perbaikan kemiringan lereng telah dilakukan, namun indikasi kelongsoran masih terjadi sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan mempelajari pola kelongsoran, analisis ulang kestabilan lereng dan mengkaji penyebab kelongsoran embankment. Untuk evaluasi stabilitas dan deformasi lereng digunakan software SIGMA/W dan SLOPE/W. Dan data yang diperlukan adalah tofografi, Standard Penetration Test, Cone Penetration Test, inclinometer dan parameter fisis tanah. Berdasarkan data hasil verifikasi kemudian dilakukan simulasi dengan variasi beban dan perubahan elevasi muka air tanah. Simulasi dengan beban kereta api pada jalur existing (jalur lama) dan muka air tanah tinggi (saat musim hujan) keberadaan air tanah memberikan pengaruh maksimum pada sisi lereng bagian bawah dengan faktor aman 0.917, sedangkan pada bagian lereng atas masih dalam kondisi yang cukup stabil dengan nilai faktor aman 1,544, sehingga pada saat lereng bawah longsor akan mempengaruhi lereng atas menjadi tidak stabil. Secara umum lereng dengan kondisi muka air tanah hampir mencapai permukaan memang tidak stabil dengan penurunan faktor aman minimum 12 % sampai 17 % dibandingkan pada kondisi muka air normal. Berdasarkan jumlah beban kondisi paling kritis adalah ketika melintas 2 rangkaian kereta api di kedua jalur tersebut dengan nilai faktor aman minimum turun sebesar 37 % untuk posisi muka air tanah tinggi dan 35 % pada saat muka air tanah normal. Perbaikan dengan sistem drainase yang baik untuk menjaga naiknya permukaan air tanah dan perkuatan lereng menggunakan tiang rel beserta gabion memberikan peningkatan stabilitas sebesar 117 %.

During rainy season (November 2002), landslide and settlement of double track railway embankment occurred in Ciganea-Sukatani. The location of embankment is at Km 113 + 300 with the total height of embankment was 15 m. Some soil improvements had been applied, for instance the usage of gabion, soil pile and slope stabilization but still could not prevent the slope from sliding. Specific research was needed to recognize the pattern of landslide, to reanalyze the stability of slope and to study the caution of landslide. The evaluation for slope deformation and slope stability was carried out with the usage of Sigma W and Slope W programs. The data needed for this analysis were topographic, SPT data, CPT data, inclinometer data and physical properties data. Based on the verification result, program simulation were then carried out with some load variations and the change of ground water level. The simulation was carried out with train load on the existing railway and high ground water level condition (rainy season). The existance of ground water level gave maximum effect on down side slope whereas the safety factor for this slope was only 0.917. Upside slope was still in quite stable condition with the safety factor was 1.544. The occurrence of landslide on down slide slope would influence the stability of up side slope. Generally, high ground water level in slope tended to make the slope unstable. The decrement of minimum safety factor was in the range 12% - 17% compared to normal ground water level. The most critical condition for loading variation was the implementation of 2 trains load together both on the railway. The decrement of minimum safety factor was 37% for high ground water level and 35% for normal ground water level. The usage of good drainage system to keep the height of ground water level and rail pile for soil reinforcement increased the stability of slope. The increment of safety factor for this condition was 117%.

Kata Kunci : Geoteknik,Kelongsoran Embankment,Stabilitas Lereng, railway, slope stability, embankment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.