Hubungan faktor karakteristik individu dan faktor lingkungan rumah dengan kejadian Pneumonia anak Balita di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu
ZABET, Eli, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,Sp.OG
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kesehatan Ibu dan AnLatar belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan anak balita di negara yang sedang berkembang. Di Indonesia, kematian bayi dan balita karena pneumonia hampir tidak bergeser pada peringkat pertama. Insidens pneumonia tahun 2003 mencapai 5 per 1000 atau berkisar 150.000 balita per tahun. Insidens pneumonia di Kota Bengkulu pada tahun 2003 jika dibandingkan dengan angka nasional masih tinggi yaitu sebesar 8 per 1000 balita. Dari 4 kecamatan yang ada di Kota Bengkulu, kejadian pneumonia terbanyak di Kecamatan Teluk Segara yaitu sebesar 70,3% dari 296 penderita. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor karakteristik individu yang meliputi ASI eksklusif, status gizi, status imunisasi, suplementasi vitamin A dan faktor lingkungan rumah yang meliputi ventilasi, kepadatan rumah, kebiasaaan merokok keluarga, dan jenis bahan bakar masak dengan kejadian pneumonia pada anak balita di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan mached pairs case control. Kasus adalah anak balita yang diklasifikasi pneumonia oleh petugas kesehatan di Puskesmas Pasar Ikan, Suka Merindu dan Kampung Bali yang berada di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Kontrol diambil dari anak balita yang sehat tetangga kasus yang disetarakan umur dengan interval 6 bulan dan jenis kelaminnya. Subjek terdiri dari 65 kasus dan 65 kontrol. Analisis bivariabel menggunakan chi square McNemar dan analisis multivariabel dengan conditional regresi pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karakteristik individu yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak balita adalah pemberian ASI yang tidak eksklusif (OR=2,88 : 95% CI=1,15- 7,22) dan status gizi buruk/kurang (OR=5,20:95% CI=1,36-19,88), sedangkan faktor lingkungan rumah adalah kepadatan rumah (OR=3,06: 95% CI=1,08-8,65) dan kebiasaan merokok berat/sedang (OR=4,51: 95%=1,25-16,18). Faktor utama penyebab pneumonia adalah status gizi buruk/kurang. Kesimpulan: Status gizi buruk/kurang merupakan faktor risiko utama terjadinya pneumonia pada anak balita di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.
Background: Pneumonia is the main cause of death and illness among children in developing countries. In Indonesia, pneumonia is also the first cause of infant and children under five mortality. Pneumonia incidend in 2003 reached 5 per 1000 or about 150,000 children under five a year. Pneumonia incidend in Bengkulu City in 2003 was higher than the national rate, i. e. 8 per 1000 children under five. Out of 4 subdistricts in Bengkulu City, Teluk Segara Subdistrict had highest occurrence of pneumonia, i. e. 70.3% of 296 sufferers. Objective: The objective of the study was to identify relationship between individual characteristic factors which consisted of exclusive breastfeeding, nutrition status, immunization status, vitamin A supplementation and house environment factors which consisted of ventilation, house density, family smoking habit, and types of cooking fuel with occurrence of pneumonia among children under five at Teluk Segara Subdistrict, Bengkulu City. Method: The study used matched pairs case control design. Case was children under five classified as having pneumonia by health staff at Community Health Center of Pasar Ikan, Suka Merindu and Kampung Bali located at Teluk Segara Subdistrict, Bengkulu City. Control was healthy children under five neighbor to the case with equal age, the same gender and 6 months interval. Subject consisted of 65 cases and 65 controls. Bivariable analysis used Mc Nemar chi square and multivariate analysis used conditional regression at significance level p<0.05. Result: Result of the study showed that individual characteristic factors related to pneumonia occurrence were non exclusive breastfeeding (OR=2.88;95% CI=1.15-7.22) and bad nutrition status (OR=5.20:95% CI=1.36-19.88) , whereas house environment factors were house density (OR=3,06:95% CI=1.08-8.65) and medium/ heavy smoking habit (OR=4.51:95% CI=1.25-16.18). The main factor of the cause of pneumonia was bad nutrition status. Conclusion: Bad nutrition status was the main risk factor of pneumonia occurrence among children under five at Teluk Segara Subdistrict, Bengkulu City.
Kata Kunci : Kesehatan Anak,Pneumonia Anak Balita,Status Gizi