Laporkan Masalah

Hubungan interval antar kelahiran dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Kabupaten Purworejo

GO'O, Yustina, dr. Siswanto A. Wilopo, SU.,M.Sc.,Ph

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kesehatan Ibu dan An

Latar Belakang: Interval antar kelahiran yang terlalu pendek melalui Maternal Depletion Syndrome dan stress nutrisi sebagai variabel antara dapat menyebabkan kejadian kelahiran prematur, janin tumbuh lambat Bayi Berat Lahir rendah (BBLR = <2500 gram). Interval kelahiran yang terlalu pendek dan terlalu panjang, ada hubungan dengan peningkatan beberapa insidensi morbiditas pada maternal yang dampaknya merugikan outcome kehamilan. BBLR merupakan salah satu penyumbang kematian neonatal, dan diperkirakan 50 persen dari 98 persen kematian neonatal di negara berkembang disebabkan karena BBLR. Kejadian. BBLR di kabupaten Purworejo terjadi peningkatan dari tahun ke tahun, 3.20 persen tahun 1998 meningkat menjadi 6,4 persen pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 9.7 persen pada tahun 2004. Upaya untuk menurunkan insidensi BBLR diprediksi besar pengaruhnya terhadap penurunan angka kematian bayi di Indonesia, karena sekitar 24 persen kematian bayi terjadi pada masa neonatal (bayi umur 0 – 28 hari). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan interval antar kelahiran tidak optimal baik terlalu pendek maupun terlalu panjang dengan kejadian BBLR. Selain itu mengetahui faktor lain yang memiliki potensi terhadap kejadian BBLR di Kabupaten Purworejo. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian kohort retrospektif (Historical Cohort Study). Data yang digunakan adalah data sekunder zibuvita di Kabupaten Purworejo, tahun 1995 – 1999. Populasi penelitian adalah 1438 orang ibu post-partum. Analisis data menggunakan univariabel, bivariabel dengan uji Chi - Squere dan multivaribel dengan analisis pemodelan regresi logistik. Hasil: Prevalensi kejadian BBLR di Kabupaten Purworejo adalah 4.45 persen untuk paritas 2 orang atau lebih. Interval antar kelahiran lebih atau sama dengan 60 bulan memiliki risiko terhadap BBLR dengan (RR=3,15; p=0,01), dibanding dengan interval kelahiran kurang atau sama dengan 35 bulan. Usia kehamilan kurang dari 37 minggu memiliki risiko terjadi BBLR (RR=30,06; p=0.00), dibanding dengan usia kehamilan lebih dari 37 minggu, dan wanita yang pernah ada riwayat melahirkan pada usia kehamilan kurang dari 22 minggu, memiliki risiko BBLR (RR=7,49; p=0,01) dibanding dengan wanita yang tidak pernah ada riwayat melahirkan kurang dari 22 minggu. Kesimpulan: Kejadian BBLR di kabupaten Purworejo, ada hubungan dengan faktor biologis antara lain; interval antar kelahiran lebih 60 bulan, usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan wanita yang pernah ada riwayat melahirkan pada usia kehamilan kurang dari 22 minggu.

Background: Short interbirth interval through maternal depletion syndrome and nutrition stress as mediating variable the cause of occurrence preterm birth, small for gestation age, and low birth weight infants (< 2500 grams). Short and long interbirth intervals are associated with increased incidence maternal morbidities, further more the effect on adverse pregnancy outcome. Low birth weight is one of contributors to neonatal mortality, it is predicted 50% in 98% of neonatal mortality takes place at developing countries the effect of low birth weight. Occurrence of low birth weight at Purworejo District increases every year, 3.20% in 1998 to 6.4% in 2000 and 9.7% in 2004. Efforts to reduce low birth weight incidents are presumed to have great effect to decrease of infant mortality rate in Indonesia, because 24% of infant mortality happens during neonatal period (infants of 0 – 28 days old). Objective: To identify the relationship of interbirth interval non optimum either too short or too long, and occurrence of low birth weight. Besides, the study was meant to identify other factors having potentials to low birth weight occurrence at Purworejo District. Method: This was an observational research which used Historical Cohort Study design. Data used were zibuvita secondary data at Purworejo District 1995 – 1999. Population consisted of 1438 post-partum mothers. Data analysis used univariable, bivariable with chi square test and multivariable with logistic regression analysis.models Result: Prevalence of low birth weight occurrence at Purworejo District was 4.45% especially for two or more parity. Interbirth interval of 60 or more months was higher risk with low birth weight occurrence, (RR=3,15; p=0,01) compared to Interbirth interval of 35 or less months, gestation period less than 37 weeks was higher risk with low birth weight occurrence (RR=30,06; p=0.00) than gestation period more than 37 weeks, and the women with a history delivered infant before 22 weeks gestation (very preterm delivery) was higher risk with low birth weight occurrence (RR=7,49; p=0,01) compared to women with no previous history.of very preterm birth. Conclusion: low birth weight occurrence at Purworejo District are associated with biology factors like; Interbirth interval of 60 or more months, gestation period less than 37 weeks and the women with a history delivered infant before 22 weeks gestation (very preterm delivery)

Kata Kunci : Kesehatan Anak,Bayi Berat Lahir Rendah,Interval Kelahiran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.