Penerapan ketentuan ahli waris pengganti menurut Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam pada Pengadilan AGama di Kabupaten Pangkep
HAMZAH, Prof.Dr. Abd. Ghofur Anshori, SH.,MH
2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini mengenai “penerapan ketentuan ahli waris pengganti menurut pasal 185 Kompilasi Hukum Islam Pada Pengadilan Agama Di Kabupaten Pangkep†Tesis ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yaitu untuk mengetahui bagaimanakah peneraan pasal 185 ayat (1) dan (2) tentang ketentuan ahli waris pengganti di pengadilan Agama Pangkep dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan ketentuan ahli waris pengganti pada Pengadilan Agama Pangkep. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif,penelitian ini dilakukan dengan dua jenis penelitian yaitu penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari bahan-bahan kepustakaan sebagai data sekunder dan didukung penelitian lapangan sebagai pelengkap dari data yang diperoleh dari data kepustakaan, penelitian lapangan ini dengan wawancara dengan menggunakan cara Purposive Sampling,yaitu wawancara dengan hakim Pengadilan Agama sebanyak 5 (lima) orang, Panitra Pengganti sebanyak 5 (lima) orang dan juru sita pengganti sebanyak 5 (lima) orang. Data yang dikumpulkan dianalisis secara analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penerapan ketentuan ahli Waris Pengganti Menurut Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam Pada Pengadilan Agama Di Kabupaten Pangkep, belum diterapkan secara tepat khususnya ahli waris cucu yang menggantikan kedudukan ayahnya atau cicit yang menggantikan kedudukan kakeknya, karena pasal tersebut diterapkan secara imperatif tanpa menggunakan ketentuan hukum lain yang berkenaan dengan hal tersebut sebagai dasar dalam pertimbangan hukum dan pelaksanaan hukum kewarisan tentang ahli waris pengganti di Pengadilan Agama Pangkep dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni perangkat hukumnya belum sempurna, adanya perbedaan interpretasi dari kalangan penegak hukum serta kesadaran dan pemahaman (kebiasaan) masyarakat, dan fasilitas pendukung yang belum memadai.
The research focuses on the implementation of regulation for substitute heir according to Article 185 of the Islamic Canon Law in the Court of Religious Affairs of Pangkep Regency. It aims to address the problem, i.e., to investigate how the article 185 item (1) and (2) on the regulation for substitute heir is implemented in the Court of Religious Affairs, Pangkep regency, and to investigate the factors that affect the implementation of that regulation. The research applies a juridical normative approach. It conducts two kinds of research; library research to study literature as secondary data and field research to obtain primary data as support. The field research is conducted by interviewing the respondents selected in a purposive sampling. They are 5 judges of the Court of Religious Affairs of Pangkep Regency, 5 clerks of the court, and 5 confiscators. Data are analysed in quantitative and qualitative manners. The research results show that the implementation of the regulation on substitute heir according to Article 185 of Islamic Canon Law in the Court of Religious Affairs of Pangkep regency has not been appropriate, especially concerning heir (grandchild) who substitute the place of his/her father, or great grandchild who substitute his/her grandfather. The reason is that this article is implemented in imperative manner without adopting other regulations relevant with the case for the base of consideration. Meanwhile, the implementation of inheritance law on substitute heir in the Court of Religious Affairs of Pangkep regency is affected by several factors which include imperfect legal apparatus, different interpretations by legal enforcers and low level of awareness of the society, and inadequate supporting facility.
Kata Kunci : Hukum Islam,Ahli Waris Pengganti,Pasal 185,Pengadilan Agama, Implementation of substitute heir.