Laporkan Masalah

Model kepolitikan orde baru

NURJAMAN, Asep, Prof.Dr. Ichlasul Amal

1998 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Banyak para sarjana mengkarakteristikan sistem politik rezim Orde Baru seperti halnya rezim sebelunmya (rezim Orde Lama). Berbagai istilah lununmya mengandung kesamaan konsep 3ang dipergunakan untuk menjelesakan fenomena baru dari otoritarianisme. Sebagian dari mereka menilai rezim Soeharto dan rezim Soekarno dengan label “rezim neo-patrimonial” (B. Anderson, 19721, “negara pegawai” (McVey 19821, ‘kepolitikan birokrasi” (Jackson 1978), “personal rule” (Liddle 1985), “technocratic state” (J.J. Mc Dougal 19861, “otoritarianisme birohatilr”, (D.Y. King, 1982). Akan tetapi, fenomena Orde Baru tidak dapat dijelaskan oleh salah satu model kepolitikan, karena karakteristik politik Orde Baru selalu berubah-ubah, dan pada umumnya berbagai model kepolitikan yang dipakai untuk menjelaskan politik Indonesia sudah dipergunakan untuk menjelaskan politik negara lain. Dengan demikim, masin-masing model kepolitikan mempunyai kelemahan dan kelebihan dalam rnenerangkan realitas politik Orde - untuk itu, tidak ada model yamg khusus untuk rnenerangkan politik Orde Baru. Pada umumnya, karakteristik dari penomena politik Orde Baru adalah sebagai berikut: Dominasi peran militer, kebijakan yang teknokratik, pembatasan partisipasi massa, dan dukungan keuanp internasional. Berdasar parla karakteristik tersebut, model kepolitikan otoritarianisme birokratik lebih mendekati dalam menjelaskan politik Orde Baru. Dengan demikian, model otoriterisme birola-atik lebih signifikan dalam analisis politik nasional dibawah Orde Baru dibanding dengan model lain.

Kata Kunci : Politik Orde Baru

  1. S2-PAS-1998-AsepNurjanah-abstract.pdf  
  2. S2-PAS-1998-AsepNurjanah-tableofcontent.pdf  
  3. S2-PAS-1998-AsepNurjanah-title.pdf