Persepsi pejabat Pemerintah Kabupaten dan DPRD terhadap Tuberkulosis dan kebijakan Program Promosi Kesehatan Pencegahan dan Pemberantasan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Tapanuli Utara
BATUBARA, Pontas H, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan PromosiLatar Belakang: Tuberkulosis Paru merupakan salah satu penyakit yang masih merupakan masalah kesehatan terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Tahun 2002 di Tapanuli Utara kasus TB paru berjumlah 172 orang, tahun 2003 menjadi 197 orang (93,4%). Sementara itu dana untuk TB paru mengalami penurunan drastis dari tahun 2003 ke tahun 2004, meskipun dana tersebut naik kembali pada tahun 2005. Hal ini memperlihatkan adanya penurunan komitmen Pemerintah Daerah Tapanuli Utara. Untuk memerangi TB paru diperlukan komitmen yang ditandai dengan cukupnya dana serta sumber daya manusia dalam sektor kesehatan Tujuan Penelitian: Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji secara mendalam pengertian informan tentang kebijakan promosi pencegahan dan pemberantasan TB paru dan akhirnya memperoleh deskripsi dari persepsi tentang promosi kesehatan pencegahan dan pemberantasan TB paru. Metode Penelitian: Penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara mendalam dilakukan di Kabupaten Tapanuli Utara. Informan adalah pejabat pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang terdiri dari instansi teknis, eksekutif dan legislatif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan hampir seluruh pengambil kebijakan di Kabupaten Tapanuli Utara belum menggambarkan persepsi yang jelas tentang kebijakan promosi pencegahan dan pemberantasan TB paru. Dalam penelitian ini juga terlihat adanya pemahaman yang berbeda, baik itu Dinas Kesehatan sebagai instansi teknis maupun eksekutif dan legislatif untuk menetapkan kebijakan promosi P2TB paru. Perbedaan persepsi ketiga pelaku (teknis, eksekutif dan legislatif) tersebut tidak terlepas dari perbedaan stimulus yaitu perbedaan pengetahuan, pengalaman dan latar belakang pendidikan yang dimiliki pelaku kebijakan tersebut. Selain itu perbedaan persepsi berpengaruh juga terhadap pelaku persepsi dalam penetapan kebijakan program promosi, khususnya program promosi P2TB paru di Kabupaten Tapanuli Utara. Kesimpulan: Ketidakjelasan persepsi ditimbulkan oleh perbedaan pengetahuan, pengalaman dan latarbelakang pendidikan serta mempengaruhi kebijakan program promosi P2TB paru.
Background: Lung tuberculosis (TB) is one of community health problems, especially in developing countries including Indonesia. There are 172 cases of lung TB in 2002 and 197 cases (93,4%) in 2003 at Tapanuli Utara. Health budget for lung TB drastically decreased from 2003 to 2004 although it increases again in 2005. Such condition reflects a decrease of commitment. Therefore commitment is needed to fight against lung TB by providing sufficient fund and human resources in health sector. Objectives: The study was purposed to evaluate informent understanding and description of perception about health promotion on the prevention and eradication of lung TB at Tapanuli Utara. Methods: This was a qualitative descriptive study which used indepth interview conducted at Tapanuli Utara District. The informent were government officials of Tapanuli Utara District from technical, executive and legislative institutions. Result: There was different perception among informent, either within the same institution or across institution in deciding promotion program policies, particularly promotion program on the prevention and eradication of lung TB at Tapanuli Utara District. Different perception of the informent (technical, executive and legislative) was due to different stimuli, i.e. knowledge, experience and background of education of the informent which were influential in the making of promotion program, especially promotion program on the prevention and eradication of lung TB at Tapanuli Utara District. Conclusion: The unclarity of perception increase by knowledge, experience and background of education of the informent which were influential in the making of promotion program on the prevention and eradication of lung TB.
Kata Kunci : Promosi Kesehatan,TB Paru,Kebijakan,Persepsi Pejabat dan DPRD