Laporkan Masalah

Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui ceramah, media Audio Visual, ceramah plus Audio Visual pada pengetahuan dan sikap remaja SLTP di Tapanuli Utara

PANDIANGAN, Turpuk, Dra. Ira Paramastri, M.Si

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan Promosi

Latar Belakang: Remaja merupakan populasi terbesar penduduk dunia, yang rentan terhadap risiko penyakit termasuk yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Arus informasi yang semakin mengglobal menyebabkan mudahnya remaja mendapat segala akses, pengetahuan, perilaku seksual yang dapat menimbulkan risiko infeksi menular seksual dan HIV/ AIDS. Hal ini dapat membawa remaja kepada perilaku negatif atau tindakan kriminal. Hasil penelitian pada remaja di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa 8,5% siswa SLTP bila pacaran juga melakukan hubungan seksual. Untuk meminimalkan perilaku yang dapat merugikan diri remaja, perlu dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi secara dini pada remaja mulai dari remaja SLTP di sekolah dengan berbagai metode atau media. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui metode ceramah, media audio visual, serta perpaduan ceramah plus audio visual terhadap perubahan pengetahuan dan sikap remaja. Metode penelitian : Rancangan quasi experiment. Subjek penelitian SLTP kelas dua satu pada tiga kelompok intervensi secara purposif. Intervensi dengan metode ceramah, audio visual, perpaduan ceramah plus audio visual bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Analisis yang digunakan adalah Anova satu jalur. Hasil : Pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi sebelum intervensi tidak berbeda secara signifikan untuk pengetahuan p=0,509,sikap p=0,267 (p>0,05). Setelah intervensi dengan metode ceramah, media audio visual, serta ceramah plus audio visual, pengetahuan meningkat secara signifikan p=0,00 (p<0,05). Variabel sikap juga mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan p=0,532 ( p>0,05). Pada uji Anova peningkatan pengetahuan pada kelompok ceramah, audio visual, serta ceramah plus audio visual, memiliki rerata peningkatan pengetahuan yang berbeda tiap kelompok secara signifikan p=0,00 ( p<0,05). Uji Anova sikap pada kelompok ceramah, audio visual, ceramah plus audio visual tidak memiliki perbedaan secara signifikan p=0,532 (p>0,05). Kesimpulan: Metode yang paling bermakna mempengaruhi peningkatan pengetahuan remaja pada pendidikan kesehatan reproduksi ialah perpaduan metode ceramah plus audio visual.

Background: Teenager is the biggest world population, who is risky toward disease risk included that is related with reproductive health. The globalize information caused teenager easy to obtain access, knowledge, and sexual behavior that could cause the risk of sexual transmitted infection disease and HIV/AIDS. This could bring teenager to negative behavior or criminal action. Previous research for teenager in South Sumatera indicated that 8,5% of junior high school student when they had special relationship, they did sexual intercourse. In order to minimize behavior that could inflict teenager, early reproductive health education starting from teenager of junior high school with various methods and media is necessary to be implemented. Objective: Assess the influence of reproductive health education through lecture health education, audio visual media, as well as the combination of lecture plus audio visual method toward the changing of knowledge and attitude of teenager. Method: This research used quasi-experimental design. The subject of this research was two-one class in three purposif intervention groups. Intervention was done with method of lecture, audiovisual, the combination of lecture plus audiovisual that aimed to improve knowledge and attitude of teenager about reproductive health. The analysis being used was one-way Anova. Result: Knowledge and attitude of teenager about reproductive health before intervention was not significantly different, knowledge p=0,509, attitude p=0,267 (p>0,05). After intervention with method of lecture, audiovisual media, as well as lecture plus audiovisual, and knowledge was improved significantly p=0,00 (p<0,05). How ever, the attitude variable experienced insignificant improvement p=0,532 (p>0,05). In Anova test, the improvement of knowledge in-group of lecture, audiovisual, as well as lecture plus audiovisual had significant different knowledge improvement p=0,00 (p<0,05). Anova test of attitude in-group of lecture, audiovisual, lecture plus audiovisual did not show significant difference p=0,532 (p>0,05). Conclusion: Method that mostly significant influenced the improvement of teenager’s knowledge in reproductive health education was the combination of lecture and audio visual methods.

Kata Kunci : Perilaku Sehat, Remaja SLTP, Pendidikan Kesehatan Reproduksi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.