Fungsionalisasi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam pemberdayaan masyarakat miskin bidang ekonomi :: di Kelurahan Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta
HARTONO, Drs. Djoko Suseno, SU
2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Masalah kemiskinan bagi bangsa kita, bukan saja berurusan dengan persoalan ekonomi tetapi bersifat multidimensional karena kenyataanya juga berurusan dengan persoalan-persoalan non ekonomi (sosial, budaya dan politik). Kemiskinan merupakan persoalan struktural dan multidimensional, mencakup politik, sosial, ekonomi dan lain-lain. Hadirnya P2KP telah memberikan semangat baru, ini diilhami oleh nilai-nilai pemberdayaan masyarakat melaui prinsip-prinsip: demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabilitas dan desentralisasi, dengan sasaran strategis yakni penguatan kelembagaan lokal, melalui institusi BKM/KSM. dan berbasis community development. Program yang ditawarkan cukup strategis terdiri dua kategori yakni bantuan hibah maupun bantuan dana bergulir bagi usaha ekonom produktif yang diusulkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), baik bidang pengembangan prasarana lingkungan, bidang usaha ekonomi produktif maupun bidang pengembangan sumber daya manusia yang itu semua harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat lokal melalui proses perencanaan secara partisipatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam melaksanakan program penanggulngan kemiskinan, BKM-UPK â€SEJAHTERA†telah menunjukan eksistensinya dan berfungsi dengan baik, serta hasilnya telah dapat dimikmati oleh masyarakat, baik dalam pengembangan usaha ekonomi produktif, maupun bidang-bidang kehidupan lainnya. Dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok/KSM, menunjukan adanya perkembangan jumlah KSM dari tahun ketahun yaitu dari 37 buah tahun 2000, dan tahun 2004 menjadi 57 buah . Disamping itu juga telah menyalurkan bantuan dana pinjaman selama lima tahun secara kumulatif sebesar Rp.1,52 milyart. Apabila dilihat perkembangan modal rata-rata meningkat sebesar 22,2% pertahun pada tahun 2000 modal sebesar Rp 240 juta berkembang menjadi 351 juta akhir tahun 2004. Dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah, BKM â€S†pernah memberikan sebesar Rp. 1 juta per RW dengan bantuan dapat memperkuat adanya kemampuan masyarakat dalam melaksanakan proses pembangunan partisipatif. Mendasarkan diri pada prinsip-prinsip dan nilai yang ada, UPK-BKM “SEJAHTERA†telah mampu melaksanakan kegiatan dalam memberikan kontribusi besar guna membuka akses bagi masyarakat miskin baik bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya sehingga mendorong semakin meningkat adanya kemampuan bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin, dalam memecahakan berbagai masalah yang dihadapi, sekaligus memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup secara layak dan mandiri, menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera baik lahir maupun bathin .
The poverty problem is not only economical problem but also multidimentional because it is not interrelated to non economical (social,culture,political). The poverty is a structural and multidementional problem which is interconnected with political, social, economy etc. Attendance of P2KP has given new supports, inspirited by society expendient through the principle of democration, participation , transparantion, accountability and decentralization in stragegy target that is local institution support through BKM, KSM institution and based on community development The program which is offered strategy enough it consists of two categories. They are hibah and loan assistance for economy production form KSM. Through development of infrastructure, economic productive and man sources development, which has to be done and pays attention to the local society need in participative planning. The research result shows that doing the program of poverty tackling, BKM-UPK “SEJAHTERA†has shown its existence and fungtion has gone well. And the result has been enjoyed by the society in economic productive development or its living. By approaching society expendient through KSM group, it shows that there development of number of KSM form year to year, there were37 KSM in 2000 and 57 KSM in 2004. Beside that, this group has distributed loan aid about Rp.1.52 billion. The financial development increases well, about 22,2% per years , there is Rp. 240 million in 2000 and it become Rp. 351 million in 2004 . To support the community participation in development of the district area BKM “S†has ever given Rp. 1 billion /RW ( district area ) By the aid it can support the community to procces the participation development based on the principal and its value , UPK-BKM “SEJAHTERA†was done many activities well and it gives a huge constribution to acces poor community in economic, politic, social,and culture so it can support the poor community to solve their problem, and they have ability to Fullfil their need and they can also create their living better.
Kata Kunci : Masyarakat Miskin,Pemberdayaan Ekonomi,Badan Keswadayaan Masyarakat, Poverty , Expendient, Function , BKM and KSM