Hubungan antara umur, status gizi, masa kerja dan giliran kerja terhadap kelelahan kerja penjamah makanan di Kantin PT. GE Lighting Indonesia D I Yogyakarta
NAPITU, Janan, Dr.dr. Lientje Setyawati, MS.,Sp.OK
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaPenelitian ini adalah penelitian deskriptif dan analitik dengan rancangan Cross Sectional. Uji statistik analisis regresi dan variansi, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, status gizi, masa kerja terhadap tingkat kelelahan kerja, dan untuk mengetahui perbedaan tingkat kelelahan kerja terhadap giliran kerja pagi, sore dan malam. Subyek penelitian berjumlah 71 orang, yaitu penjamah makanan dikantin PT.GE.Lighting Indeonesia. Alat penelitian adalah Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2). Analisis data dengan bantuan Seri Program Statistik (SPS)-versi 2000. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa; Tidak terdapat hubungan yang signifikan (P=0,195) antara umur dengan tingkat kelelahan kerja. Terdapat hubungan yang sangat signifikan (P=0,00) antara status gizi dengan tingkat kelelahan kerja. Terdapat hubungan yang sangat signifikan (P=0,000) antara masa kerja dengan kelelahan kerja. Terdapat perbedaan yang sangat signifikan (P=0,000) antara giliran kerja pagi (A1) dengan giliran kerja sore (A2) dengan tingkat kelelahan kerja. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P=0,520) antara giliran kerja pagi (A1) dengan giliran kerja malam (A3) dengan tingkat kelelahan kerja. Terdapat perbedaan yang sangat signifikan (P=0,000) antara giliran kerja sore (A2) dengan giliran kerja malam (A3) dengan tingkat kelelahan kerja. Rerata skor tingkat kelelahan kerja pada giliran kerja pagi, sore dan malam, masing-masing sebesar 42,194; 26,350 dan 44,250. Disimpulkan bahwa rerata tingkat kelelahan kerja pada giliran kerja malam lebih tinggi dari rerata tingkat kelelahan kerja pada giliran kerja pagi dan sore. Rerata tingkat kelelahan kerja pada giliran kerja pagi lebih tinggi dari giliran kerja sore.
This was a descriptive and analytic research that used cross sectional design. Regression analysis and variance statistic tes was aimed to find out the relationship between age, nutrition status, length of work toward level of work fatigue, and to find out the difrence level of work fatigue toward morning, afternoon and evening work shift. The subject of this research was 71 food handlers in in the cafeteria of PT.GE.Lighting Indonesia. The research instrument being used was questioner of Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2). Data analysis assisted with SPS version 2000. The result of the research showed that there was no significant relationship (p=0,195) between age with the level of work fatigue. There was a significant relationship (p=0.000) between nutrition status with the level of work fatigue. There was a very significant relationship (p=0.000) between morning work shift (A1) with afternoon work shift (A2) with the level of work shift. There was a significant difference (p=0.520) between morning work shift (A1) with evening work shift (A3) with the level of work fatigue. There was a significant difference (p=0.000) between afternoon work shift (A2) with evening work shift (A3) with the level of work fatigue. The mean score of work fatigue level in the morning, afternoon and evening work shift, respectively was 42.194; 26.350 and 44.250. It can be concluded that the mean of work fatigue level in the evening work shift was higher than the mean of work fatigue level in morning and afternoon work shift. The mean of work fatigue level in morning work shift was higher than afternoon work shift.
Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Kelelahan, Umur, Status Gizi,Masa Kerja dan Giliran Kerja, food handler, work shift, work fatigue