Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya diare akut pada anak usia 0-24 bulan di Kabupaten Gunung Kidul

ERDAN, dr. M. Juffrie, SpAK.,Ph.D

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Lapanga

Latar belakang: Penyakit diare sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan pada anak, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Kabupaten Gunugkidul penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan, karena jumlah kasusnya cukup tinggi dan berpluktuasi, 6-10% terjadi pada anak usia 0-24 bulan pada kunjungan puskesmas dan lebih kurang 24% terjadi pada kunjungan rumah sakit serta masih sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya diare akut pada anak usia 0-24 bulan di Kabupaten Gunugkidul, dan memberikan saran untuk pencegahan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan case control yang disetarakan, jumlah sampel 63 kasus diare baru usia 0-24 bulan yang datang berobat ke puskesmas lokasi penelitian dan 126 kontrol yang terdiri 63 kontrol berasal dari pengunjung puskesmas lokasi penelitian dan 63 kontrol berasal dari masyarakat. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengamatan langsung dilapangan pada bulan Mei 2005 sampai dengan bulan Juli 2005. Analisis data menggunakan program Epi Info versi 2000 dan SPSS versi 10,0 Hasil: Dari tujuh variabel yang diduga berhubungan dengan terjadinya diare akut pada anak usia 0-24 bulan di Kabupaten Gunugkidul, empat variabel bermakna secara statistik sebagai faktor risiko. Kesimpulan: Anak usia 0-24 bulan dari keluarga dengan pengeluaran minimal per bulan kurang dari 500,000 ribu rupiah, status gizi kurang, menggunakan sumber air bersih tidak memenuhi syarat kesehatan, dan tidak memberikan ASI eksklusif merupakan faktor risiko diare akut pada anak usia 0-24 bulan di Kabupaten Gunungkidul.

Background: Nowadays diarrhea is still a health problem for children, especially in the developing countries including Indonesia. At Gunungkidul District, diarrhea is still a health problem because the number of cases is relatively high and fluctuates, with 6-10% occurs among children of 0-24 months old at community health center visit and approximately 24% occurs at hospital visit and often causes extraordinary occurence. Objective: To identify risk factors related to occurence of acute diarrhea among children aged 0-24 months at Gunungkidul District, and give suggestion to its prevention. Method: This was an analytical study with equalized case control design. Samples were as many as 63 new diarrhea cases aged 0-24 months who visited community health center of research location and 126 controls consisting of 63 controls from research location and 63 controls from the community. Data were obtained from interview and direct observation from May to July 2005. Data analysis used EPI info program version 2000 and SPSS release 10.0. Result: Out of seven variables assumed to have relation with acute diarrhea occurence among children aged 0-24 months at Gunungkidul District, four variables were statistically significant as risk factors. Conclusion: Children 0-24 months old from families with minimum expenditure less than Rp 500,000, malnutrition status, who used non hygienic water and did not give exclusive breastfeeding were risk factors of acute diarrhea among children of 0-24 months old at Gunungkidul District.

Kata Kunci : Diare Akut, Anak Balita 0,24 Bulan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.