Laporkan Masalah

Studi komparatif metode Lyzenga dan metode Siregar dalam kajian terumbu karang menggunakan Citra Landsat ETM+ di Pulau Natuna Kabupaten Natuna

USMAN, Ali, Prod.Dr. H. Dulbahri

2005 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

Penelitian objek di bawah ini khususnya terumbu karang dengan menggunakan Citra Satelit sangat membantu sekali dalam lingkup pemetaan. Metode Lyzenga dan Siregar merupakan salah satu metode di dalam menentukan terumbu karang, dalam hal ini mempunyai kesamaan prinsip namun ada perbedaan dalam penggunaan band-band yang ada. Penelitian in bertujuan untuk mengkaji ketelitian untuk mendapatkan presentase tutupan karang., kondisi dan sebaran serta luasannya dengan membandingkan metode Siregar dengan Metode Lyzenga menggunakan Citra Landsat ETM+. Proses klasifikasi multuspektral dilakukan untuk 6 kelas antara lain: pasir, lamun,karang hidup,, karang mati beralgae dan pecahan karang. Algoritma yang dipilih untuk proses klasifikasi multispectral adalah confusion matrik. Setelah survey lapangan, hasil akhir dibandingkan antara citra yang dihasilkan dengan metode Lyzenga dan Metode Siregar untuk mengetahui ketelitian hasil dari masing-masing metode. Uji ketelitian yang didapat menunjukkan perubahan persentase tutupan karang antara metode Lyzenga sebesar 87% sedangkan metode Siregar 81%. Perbedaan kedua metode ini terdapat pada kelas tutupan karang yang kurang tegas dalam menentukan kelasnya. Metode Lyzenga lebih tinggi akurasinya dibandingkan dengan metode Siregar.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Citra Landsat ETM+, Ekosistem Terumbu Karang, Analysis, comparison, Accurasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.