Perlakuan Grouting permeasi pada model fondasi tiang untuk memperbesar kuat dukung tiang
OKTAFIANTO, Hanung, Prof.Dr.Ir. Kabul Basah Suryolelono, Dipl.H.E.,DEA
2005 | Tesis | S2 Teknik SipilPada lapisan tanah dengan letak tanah keras yang dalam dan tahanan gesek dinding yang kecil, umumnya digunakan tiang fondasi dukungan ujung. Pada kondisi ini akan terjadi pemborosan dengan penggunaan tiang yang panjang. Dalam penelitian ini dicoba untuk memperbesar tahanan gesek dinding tiang dengan cara grouting permeasi dari dalam model tiang fondasi setelah tiang ditanam, sehingga kuat dukung tiang meningkat. Grouting permeasi adalah pengisian pori-pori tanah dengan bahan grouting pada tekanan injeksi rendah sehingga tidak merusak struktur tanah asli. Grouting permeasi tanah pasir dilakukan dari dalam model tiang fondasi dengan membuat saluran grouting di dalam model tiang dan memberi lubang di sepanjang dinding model tiang. Model tiang fondasi yang digunakan untuk grouting adalah model tiang pracetak dari beton yang dimodifikasi dengan memberi lubang untuk grouting di sepanjang tinggi model tiang. Digunakan model tiang dengan diameter 4 inchi, panjang model tiang dalam tanah 1,3 m dan panjang di atas permukaan tanah 40 cm, sehingga panjang total 1,7 m. Bahan grouting yang digunakan adalah semen Portland tipe I dengan perbandingan campuran 1 semen : 10 air. Metode injeksi yang digunakan yaitu metode bottom-up. Tekanan injeksi yang digunakan sebesar 5 kPa untuk empat lubang paling bawah, 3 kPa untuk empat lubang kedua dan 2 kPa untuk lubang paling atas. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa semen Portland tipe I dapat digunakan untuk grouting permeasi tanah pasir SP (Sand Poorly graded), pada kerapatan relative Dr = 25,73 %-49,23 %, dengan perbandingan berat campuran airsemen adalah 1 semen : 10 air. Perlakuan grouting permeasi pada model tiang fondasi dapat memperbesar kuat dukung tiang. Peningkatan kuat dukung rerata model tiang fondasi dengan grouting sebesar 335 % dari kuat dukung rerata model tiang polos.
On the soft soil where stiffer stratum was very deep and skin friction was very low, engineers usually use end bearing piles. In these conditions, the use of high length pile was not economical. This research try to improve skin friction of model piles using permeation grouting from within pile foundation models after installe,so that can increase pile bearing capacity. Permeation grouting is a process of filling soil voids with grouts at low injection pressure so that cause only minimal effect on the original structural arrangement. Inthis research, permeation grouting was conducted from within pile foundation models by making grouting conduit and grouting hole alongside pile foundation models. Pile foundation models is made from concrete with some modification by giving hole and conduit alongside pile foundation models, with the pile diameter 4 inch, length below ground surface 1,3 m and length above ground surface 40 cm, so that total length 1,7 m. Cement grouts are from Type I Portland cement, with water-cement ratio (by weight) was 10 : 1. Injection method used is bottom-up grouting method. The grout was injected under a pressure of 5 kPa to the most under four holes, 3 kPa to the next four holes and 2 kPa to the topmost four holes. Test result indicate that type I Portland cement applicable to permeation grouting of SP sand soil, with relative density Dr = 25,73 %-49,23 %, by using water-cement ratio 1: 10. Permeation grouting treatment can increase bearing capacity of pile foundation models by 335%.
Kata Kunci : Fondasi Tiang,Grouting Permeasi,Kuat Dukung Tiang, bearing capacity, pile foundation, permeation grouting, sand soil