Laporkan Masalah

Pengaruh jenis sambungan terhadap keruntuhan geser balok laminasi vertikal bilah bambu petung

AFRIZAL, Yusuar, Ir. Morisco, Ph.D

2005 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Seiring dengan waktu kebutuhan akan kayu sebagai bahan konstruksi yang semakin meningkat mengakibatkan menipisnya ketersediaan kayu dan meningkatnya harga, sehingga pemanfaatan bambu sebagai alternatif pengganti kayu harus lebih dioptimalkan. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan bambu yaitu dengan teknik laminasi, sehingga dengan cara ini dapat diperoleh balok laminasi sesuai dengan dimensi yang diinginkan. Akan tetapi, untuk struktur bentang panjang mengharuskan untuk melakukan penyambungan, oleh karena itu perlu diketahui jenis sambungan yang paling optimum untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis sambungan yang paling optimum antara sambungan jari (finger joint) dengan sambungan miring (scarf joint), yang divariasikan dalam arah vertikal dan horizontal. Bambu yang digunakan adalah bambu petung yang berbentuk bilah yang disusun secara vertikal. Variasi meliputi balok tanpa sambungan (BLO), balok dengan sambungan jari vertikal (BLJV) dan jari horizontal (BLJH), serta balok dengan sambungan miring vertikal (BLMV) dan miring horizontal (BLMH). Untuk memperoleh hasil yang lebih teliti, maka setiap variasi dibuat 3 benda uji. Pemakaian sambungan pada balok laminasi memberikan pengaruh terhadap penurunan kekuatan balok sesuai dengan bentuk sambungan. Reduksi kekuatan balok masing sebesar 12,38% (BLJV), 12,391% (BLJH), 60,92% (BLMV) dan 45,54% (BLMH). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa balok BLJV dan BLJH memiliki kekuatan dalam memikul beban yang lebih tinggi dibandingkan balok BLMV dan BLMH. Hal ini disebabkan pemakaian sambungan jari memiliki sifat saling mengunci dibanding sambungan miring yang memiliki kekuatan pada bidang perekat dan kemiringan sambungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemakaian sambungan jari lebih kuat dibanding sambungan miring untuk aplikasi sambungan pada balok laminasi, baik arah vertikal maupun horizontal.

The demand of construction materials is increasing continuously. It causes diminishing wood’s availability and increases the price, it is necessary to know the bamboo as an alternative substitute for wood. The lamination is appropriate technology for high quality bamboo beam. The objective of the research is to find out the best joint type for bamboo beam. Bamboo that was used in this research was bamboo Petung (Dendrocalamus sp) in the form of bamboo split. The variation beams were without jointing (BLO), beams with vertical finger joint (BLJV), and beams with horizontal finger joint (BLJH), also vertical scarf joint beams (BLMV), and horizontal scarf joint beams (BLMH). Each variation consisted of 3 specimens. The result showed that the of application joint in laminated beam influenced the strength of laminated beam. The strength of beams was reduced 12.38% (BLJV), 12.391% (BLJH), 60.92% (BLMV), and 45.54% (BLMH) compared with the without joint beam. The reduced of strength due to the application of finger joint was better than scarf joint. Based on the experiment , it could be concluded that the application of finger joint was stronger than scarf joint.

Kata Kunci : Balok Laminasi Vertikal,Keruntuhan,Jenis Sambungan, bamboo laminated beam, finger joint, scarf joint.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.