Pengaruh perlakuan panas Pirolisis Pelepah Salak (Salacca edulis) untuk sintesis Bio-Oil dalam Reaktor Fixed Bed
NURALIYAH, Andi, Ir. Arief Budiman, MS.,D.Eng
2005 | Tesis | S2 Teknik KimiaKrisis energi akibat laju konsumsi bahan bakar fosil mengharuskan kita untuk mencari sumber energi alternatif. Biomassa adalah salah satu sumber energi terbarukan tersebut yang sampai saat ini pemanfaatannya belum optimal. Proses yang sering digunakan untuk konversi biomassa adalah pirolisis. Hasil cair yang diperoleh disebut bio-oil yaitu cairan yang berwarna coklat kemerah-merahan dan mengandung senyawa kimia yang sangat kompleks. Bio-oil dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar yang setara dengan bahan bakar minyak, biodiesel serta sumber senyawa kimia. Salah satu sumber biomasa yang potensial sebagai bahan baku untuk menghasilkan bio-oil adalah pelepah salak (Salacca edulis) yang banyak terdapat di Kabupaten Sleman dan selama ini hanya digunakan sebagai kompos. Pada penelitian ini serbuk pelepah salak dipirolisis dalam reaktor fixed bed dan variable yang dipelajari adalah suhu dan kecepatan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu reaksi dan kenaikan kecepatan panas dapat meningkatkan yield bio-oil yang dihasilkan. Bio-oil maksimum yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 46,12 % pada kondisi operasi : suhu reaksi 420 oC, diameter serbuk +0,125-0,250 mm, kecepatan panas rata-rata 16 oC /menit dan laju alir gas N2 150 cm3/menit. Sedangkan nilai kalor yang diperoleh sebesar 0,0407 MJ/kg.
The energy crisis resulted from the increasing consumption of fossil fuel forces us to find alternative energy sources. Biomass is one of those renewable energi sources but it utilization has not been optimal. Process often used to convert biomass is pyrolysis. The result obtained is form of almost black through dark red brown liquid, was called bio-oil, it consist of many complex substances. It can be also be used as raw materials for substituted fuel production , biodiesel and chemical. One of potential biomass resources of bio-oil is salacca stem. In the Sleman regency, salacca stem just as waste. This research used the salacca stem powder (Salacca edulis). Pyrolysis was conducted in a fixed bed reactor and the variable studied were temperature and heating rate. The result of this research showed that higher reactions temperature and higher heating rate more bio-oil yielded. The maximum bio-oil obtained from this research is 46,12 %, it can be achiev at reaction temperature of 420 oC, particle size range of +0,125-0,250 mm, average heating rate of 16oC/min and flow rate of 150 cm3 N2/min. The heating value of bio-oil obtained was 0,0407 MJ/kg.
Kata Kunci : Biomassa,Bio Oil,Pelepah Salak, Biomass, bio-oil, fixed bed, pyrolysis.