Perubahan sosio spasial permukiman sekitar kawasan wisata Way Belerang Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
SURANTO, Ir. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Arsitektur dan Perencanaan PPariwisata diperkirakan akan menjadi suatu industri jasa yang prospektif karena sifatnya yang multiplier effect dan berdimensi internasional. Menurut Sunaryo (1999), Pariwisata merupakan sektor yang memiliki multiplier effect besar, kenyal terhadap krisis, ramah lingkungan dan merupakan industri yang relatif nirkonflik karena yang dijual adalah keramahtamahan dan lingkungan. Pengembangan suatu kawasan pariwisata pada umumnya lebih tertarik untuk melihat dampak ekonomi. Baru kemudian muncul kesadaran bahwa selain kegiatan pariwisata memiliki sumbangan yang signifikan terhadap ekonomi, kegiatan pariwisatapun juga memiliki andil dalam mempengaruhi kehidupan sosial. Tujuan Penelitian adalah mengetahui sejauh mana dampak sosial dan ekonomi pariwisata Way Belerang Kalianda terhadap permukiman sekitar, terutama dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial dalam penyerapan tenaga kerja dan peluang usaha. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan menggali atau membangun suatu proposisi atau menjelaskan makna di balik realita. Metode deskriptif digunakan untuk mencari gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai sifat-sifat serta hubungan yang terbentuk antara sektor pariwisata dan dampaknya terhadap permukiman sekitar kawasan wisata Way Belerang Kalianda. Penelitian yang dilakukan dengan cara survei yaitu dengan mengumpulkan data melalui instrumen lembaga/instansi pemerintah dan non pemerintah. Selain pencatatan dan pengambilan dokumen-dokumen berupa hasil laporan atau kajian juga dilakukan pengambilan data primer berupa wawancara. Tahap pertama penelitian ini adalah : mengidentifikasi fenomena daerah penelitian, kedua mengidentifikasi partisipan, ketiga mengumpulkan data, keempat menganalisis data, dan kelima mengambil kesimpulan. Temuan dari penelitian menyimpulkan bahwa Dampak yang terlihat/terpetik dari pengembangan pariwisata di Kawasan Wisata Way Belerang Kalianda yaitu telah banyak menyebabkan terjadinya pergeseran struktur ekonomi. Orientasi pekerjaan masyarakat lokal yang semula agraris kemudian sebagian besar beralih ke sektor pariwisata, yang anggapan masyarakat sektor ini lebih menguntungkan. Faktor yang sangat mempengaruhi terhadap dampak pengembangan kawasan wisata Way Belerang adalah adanya pemahaman, peran serta masyarakat sekitar dan pemberdayaan masyarakat permukiman.
Tourism is considered to be a prospective service industry because of its multiplier effect and international dimension characteristics. According to Sunaryo (1999), tourism is a sector which has a big multiplier effect, resists to crisis, easy to the environment, and is a relative non-conflict industry because it sells environment and friendliness. The developing of a tourism region is commonly more interested to look at the economical impact. Then appear the awareness that besides tourism activity has a significant contribution to economic, it also has a role in influencing social life. The objective of the study is to find out how far the social and economic impact o+f way Belerang tourism object, Kalianda, to the surrounding residence, particularly to the increasing of economic and social prosperity in absorbing manpower and work opportunity. The method of the research used in this research is qualitative descriptive method, which aims to discover or develop a proposition or to explain the meaning behind the reality. Descriptive method is used to look for the illustration systematically, factually and accurately about the characteristic and the relation that is formed between tourism sector and its impact to the residence around the tourism region of Way Belerang, Kalianda. The research which is held by means of survey is by collecting data through institution instrument/governmental agency, private agency/LSM or the resident. Besides the document registration and withdrawal which are in the form of report result or studies, the primary data withdrawal in the form of interview is also held. The stages of this research are: first, identifying the research region phenomenon; second, identifying the participants; third, collecting the data; fourth, analyzing data; and fifth, taking the conclusion. From the research, it is concluded that the visible impact from the tourism development in Way Belerang Tourism Region, Kalianda, is that it leads to the economic structure shift. The job orientation of the local society, which formerly is agrarian, then changes mostly to the tourism sector in which people consider it more beneficial. The most influential factor to the development impact of Way Belerang tourism region is the presence of understanding, the surrounding people’s participation, and the resident exploiting.
Kata Kunci : Permukiman,Kawasan Wisata,Perubahan Spasial, tourism region development, social and economic impact, resident, orientation in the work/effort