Laporkan Masalah

Penggabungan Citra Landsat ETM+ dan Spot Pankromatik untuk kajian ketelitian hasil interpretasi tutupan lahan

ASWIN, Finny Wardiny, Dr. Hartono, DEA.,DESS

2005 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

Teknologi penginderaan jauh telah berkembang sangat pesat dalam hal jumlah dan kemampuan menghasilkan data yang semakin baik berdasarkan ukuran resolusi spasial, temporal dan spektral. Proses integrasi citra digital dari sensor yang berbeda dan citra dengan resolusi yang berbeda biasa disebut dengan penggabungan data atau penggabungan citra (data fusion atau data merging). Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengkaji ketelitian hasil interpretasi tutupan lahan pada citra hasil penggabungan dengan menggunakan dua transformasi yang berbeda. Secara umum terdapat dua cara dalam proses penggabungan data digital yaitu transformasi aritmatika statistik, Principal Component Analysis (PCA), dan transformasi tayangan visual, Intensity Hue Saturation (IHS), kedua metode tersebut dikaji ketelitiannya didalam menginterpretasi objek-objek tutupan lahan. Kenampakan citra gabungan dengan menggunakan transformasi IHS ataupun PCA, mempunyai kenampakan secara visual lebih jelas dan menghasilkan informasi objek tutupan lahan yang lebih detail dibandingkan melihat citra tunggal. Hasil uji ketelitian klasifikasi obyek tutupan lahan antara transformasi IHS dan PCA yang masing-masing 60 % dan 61 %. Metode PCA memiliki ketelitian yang lebih baik dalam menginterpretasi citra hasil klasifikasi tutupan lahan secara digital.

Technology of remote sensing has developed very fast in the case of amount and ability to produce a better data based on the size of spatial, temporal and spectral resolution. If the detail of the resolution from sensor system is higher, it will lead the sensor system to produce a more detail data in producing digital image. Digital image integration process from different sensor and image with the different resolution is called data merging or image merging. This research aimed to study the accuracy of land cover interpretation in data merging by using two different transformation. Generally there are two ways in digital data merging process, they are statistic arithmetic transformation, PCA, Principal Component Analysis and visual display transformation, IHS, Intensity Hue Saturation, which are expected to identify objects of land cover at detailed classification (detailed level) which can not be seen at single image. Merger Image by using IHS or PCA transformation, have a clearer visual outlook and produce more detail information of land cover then original image. Result of correctness test of classification object land cover between IHS and PCA transformation are 60 % and 61 %. PCA method has better correctness in interpretasion image result classification digitally.

Kata Kunci : Citra Landsat ETM+,Spot Pankromatik, Ketelitian Interpretasi Objek, Intensity Hue Saturation (IHS), Principal Component Analysis (PCA), classification, correctness obyek interpretasion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.