Laporkan Masalah

Evaluasi penggunaan dosis antibiotika dan interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronik di empat rumah sakit di Jogjakarta periode Januari-Juni 2004

HARYANTI, Sri, Prof.Dr. Lukman Hakim, M.Sc.,Apt

2005 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Farmasi Klinik)

Penelitian retrospektif untuk mengevaluasi penggunaan dosis antibiotika dan interaksi obat dengan antibiotika pada pasien gagal ginjal kronik telah dilakukakan di empat rumah sakit di Jogjakarta dalam periode Januari sampai Juni 2004. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptik . Pengumpulan data dilakukan menggunakan rekam medik pasien rawat inap yang menderita gangguan fungsi organ tersebut dan mendapatkan antibiotika dari instalasi farmasi di rumah sakit. Dari 56 kasus yang didapati memenuhi kriteria ink lusi, diperoleh data bahwa antibiotika diginakan untuk kasus-kasus pasca bedah (5,9%), febris (5,9%), sepsis (11,9%), infeksi saluran kemih (19,4%), dan ulkus peptikus (2,9%), sedangkan penggunaan antibiotika untuk kasus-kasus lain dan tanpa disertai dukungan data laboratorium (tidak tercatat di dalam rekam medis) sebesar 56,7%. Pada perhitungan penyesuaian dosis secara farmakokinetika klinik digunakan metode Winter dan Welling. Ternyata dari ke dua metoda dihasilkan dosis maintenance yang berbeda, namun besaran dosisnya lebih rendah dari dosis yang disarankan pada literatur. Dari penelitian juga ditemukan bahwa dosis terapi yang digunakan oleh pasien masih lebih besar dari yang disarankan pada literatur maupun dosis yang dihitung berdasarkan farmakokinetika klinik yang disarankan, , sehingga membuka peluang timbulnya reaksi obat yang tidak diharapkan atau efek samping obat. Namun perlu dicatat bahwa metode penghitungan dosis ini menggunakan data literature, khususnya untuk nilai parameter farmakokinetika seperti volume distribusi, waktu-paro eliminasi, dan klirens obat. Oleh sebab itu, besar dosis yang tepat seperti yang dianjurkan di dalam tesis ini dapat dianggap sebagai nilai teoritis. Selajutnya ditemukan pula bahwa antibiotika juga diberikan bersama-sama dengan obat lain, sehingga berpeluang saling interaksi untuk menimbulkan efek terapi yang tidak diharapkan. Akhirnya disimpulkan bahwa besar dosis antibiotika yang diberikan pada pasien disfungsi ginjal ternyata belum mengalami penyesuaian, dan pemberian antibiotika bersama-sama dengan obat lain memungkinkan terjadi interaksi obat.

A retrospective research to evaluate antibiotic dosage regimen and drug interactions with the antibiotics used in patiens with chronic renal failure was performed in four hospitals in Jogjakarta during January to June 2004. The work used a descriptive design. Data collection was conducted employing medical records of ill in-patients suffering from the disease receiving antibiotics from the pharmacy installation in the hospitals. From 56 cases fulfilling inclusion criteria of the study, it was found that the antibiotics were use for post-operative (5,9%). febris (5,9%). sepsis (11,9%). urinary tract infection (19,4%). and peptic ulcer (2,9%). while the usage of the antibiotics without supporting laboratory data (unwritten in the medical records) was 56,7%. Calculation of dose adjusment based on a clinical pharmacokinetic concept used the methods of Winter and Welling. Both methods have resulted in different dose values which are lower than those suggested in the literatures. The present research has also found that the antibiotic doses used by the patients were even higher than those suggested in the literatures which in turn may disclose the opportunity of adverse drug reactions or side effects to occur. It is worthy of noting that the dose recalculations were mostly based on literature data, particularly for pharmacokinetic parameter values (ie. drug volume of distribution, half life, and clearance) in a given patient. Therefore, the corrected doses suggested in this thesis should be regarded as theoretical estimates. Furthermore, it was also found that the antibiotics administered concomitantly with other drugs might cause interactions resulting in undesired therapeutic effects. It is concluded that the drug dosing for patients with chronic renal failure has not been adjusted, and the possibility of antibiotic-drug interactions might occur in patients in the four hospitals.

Kata Kunci : Farmakologi Klinik,Dosis Antibiotik,Disfungsi Ginjal Kronik, antibiotics, chronic renal failure, dose adjustment, drug interactions


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.