Evaluasi kerasionalan penggunaan obat dan keopmtimalan pembiayaan di Puskesmas Kota Cirebon tahun 2003
JUFRI, Mohammad Najib, Dr. Imono Argo Donatus, SU.,Apt
2005 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Magister Manajemen Farmasi)Obat merupakan salah satu unsur dalam penyelenggaraan upaya kesehatan sehingga pengelolaan obat menjadi penting. Di antara unsur pengelolaan obat adalah penggunaan obat. Puskesmas di Kota Cirebon yang langsung melayani kesehatan masyarakat perlu meningkatkan mutu pelayanannya, dengan demikian kerasionalan penggunaan obat dan pemanfaatan dana pengadaan obat dan menjadi penting untuk dibenahi. Atas dasar itu dilakukan penelitian untuk mengetahui : a) kerasionalan penggunaan obat, b) faktor-faktor yang menyebabkan ketidakrasionalan penggunaan obat, c) pemanfaatan dana pengadaan obat, dan d) biaya penggunaan obat . Penelitian dilakukan dengan rancangan deskriptif evaluatif bersifat retrospektif, dengan mengumpulkan data tahun 2003 dari seluruh puskesmas di Kota Cirebon berupa data : a) pola penggunaan obat, b) jenis obat yang ada di puskesmas, dan c) biaya penggunaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas di Kota Cirebon : 1) penggunaan obat belum memenuhi kerasionalan penggunaan obat, 2) hal yang menyebabkan kerasionalan penggunaan obat belum berjalan dikarenakan dalam melakukan upaya pengobatan tidak ditaatinya pedoman pengobatan serta kurangnya pemahaman petugas akan pentingnya kerasionalan penggunaan obat, 3) tidak optimal dalam memanfaatkan dana pengadaan obat, dan 4) biaya pada penggunaan obat secara keseluruhan 1,68 kali lebih besar dibandingkan dengan biaya pedoman pengobatan yaitu biaya rata-rata penggunaan obat untuk kasus penyakit ISPA non pneumonia Rp. 4457,81, diare non spesifik Rp. 5135,60, dan gastritis Rp. 1813,98 dibandingkan dengan biaya rata-rata penggunaan obat kasus penyakit ISPA non pneumonia Rp. 2786,51, diare non spesifik Rp. 4230,00, dan gastritis Rp. 940,00.
Drug is one of important element to carry out health efforts, so that drug management become crusial thing. Among stages of drug management is drugs usage. Therefore, Puskesmas at Cirebon that organize public health services directly, need to increase its quality. Thus, the utilization of procurement fund and drugs usage are essential to be fixed up. Based on it, a research was conducted to evaluate : a) rational use of drugs, b) the utilization of drugs procurement fund, c) factors caused irrational use of drugs and, d) cost of drugs usage. The research was conducted by a retrospective analysis using descriptiveevaluative design with data derived from whole of puskesmas at Cirebon in 2003. The data consists of ; a) sort of drugs, b) pattern of drugs usage, and c) cost of drugs. The result showed that puskesmas Cirebon : 1) drugs usage of puskesmas were not been appropriate to standart rational use of drugs, 2) irrational of drugs usage at Pukesmas were not performed well because the adherence of the official to the guidelines of treatment was low and they were not exactly understand what the importance of rational use of drugs, 3) The utilization of drugs procurement fund has not been optiomal, yet, and 4) cost of drugs usage, totality, 1.68 x bigger than cost of drugs on the guidelines ; cost everage of drugs usage for ISPA non pneumonia case Rp. 4457.81 to Rp. 2786.51 (guidelines), diarrhoea non specific case Rp. 5135.60 to Rp. 4230.00 and gastritis case Rp. 1813.98 to Rp. 940.00.
Kata Kunci : Manajemen Pengelolaan Obat,Puskesmas,Pedoman Pengobatan, drug management, rational use of drugs, the guidelines of treatment