Laporkan Masalah

Implementasi kebijakan pengembangan Kota Samarinda Kalimantan Timur

VINAYA, Dhanin, Dr. Yeremias T. Keban

2005 | Tesis | S2 Administrasi Negara

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan arah perkembangan kota Samarinda dan proses implementasi kebijakan pengembangan kota yang diterapkan, kemudian dalam proses implementasi deviasi apa yang muncul dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, pengambilan data primer melalui wawancara secara mendalam dan responden yang diambil bersifat accidental sesuai dengan kebutuhan, kemudian data sekunder yang diambil berasal dari instansi terkait. Kemudian untuk menganalisa terjadinya deviasi atau tidak menggunakan metode sumperimposed atau overlay peta. Dalam arahan kebijakan pengembangan kota, proses implementasinya didasarkan pada masing-masing bagian wilayah Kota yang memiliki konsep pengembangan sebagai kawasan pemerintahan, pendidikan, industri, perdagangan dan jasa, kota wisata dan permukiman, adapun tujuan zonasi peruntukkan tersebut adalah untuk mencapai pemerataan pembangunan dan distribusi penduduk yang belum merata. Pada realitasnya pengembangan yang terjadi masih belum terrealisasikan dengan baik. Kawasan industri dan pemerintahan belum mencapai hasil yang maksimal. Hanya pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pendapatan daerah, selain itu juga investasi pengembangan perumahan juga meningkat terutama untuk bagian utara kota. Pada realitas pengembangan kota tersebut berdasarkan hasil overlay peta dengan metode superimposed telah terjadi deviasi di Samarinda Seberang (1,80 % untuk lokasi, 0,93 % dari luas area terbangun), Samarinda Utara(14,60 % untuk lokasi, 4,21 % dari luas area terbangun), Samarinda Ilir (0,98 % untuk lokasi, 0,35 % dari luas area terbangun) dan Samarinda Ulu (1,02 % untuk lokasi, 0,43 % dari luas area terbangun). Adanya penyimpangan tersebut lebih didominasi oleh kegiatan permukiman, perdagangan, industri pengolahan dan pertambangan. Dari hasil penelitian di atas maka dalam usaha memeratakan penduduk dan pembangunan perlu pemberian penyediaan fasilitas dan utilitas secara umum. Perlunya penegakkan hukum melalui police power terhadap penyimpangan yang terjadi. Selain itu, optimalisasi dalam berkoordinasi dan sosialisasi melalui sebuah forum atau media massa, pamflet dan lain-lain terutama untuk tingkat kecamatan dan kelurahan.

Discussion of this tesis is related with implementation of city development, its was rised on planned concepts. The purposed is to knom how the policy implementation of city development is carried out and investigating factors policy influencing the implementation performance. The past by the present study able to come clear understanding on factors conceived as impending physical city growth spreading with multiple nuclei pattern. Factors perceived to be influencing the policy implementation performance of city development of Samarinda city area : (1) Coordination, (2) Socialization, (3) Allowance Management, (4) Number of Population Growth, (5) Investment Development, and (6) Regional Abbility. The factors are simultaneous influencing the policy implementation performance of city development on Samarinda cities. While, the measure of the Policy implementation of city development used superimposed method. In this case, descriptive qualitative technique was used in data analysis, taking primary data with interview in depth and observation, and than supported with secondary data its taken on related agencies constitute and the offices of local governments. The result showed that happened deviation land used in Samarinda Seberang 1,80 %, Samarinda Utara 14,60 %, Samarinda Ilir 0,98 % and Samarinda ulu 1,02 %. Based on the result. The industry and governmental area planned in Palaran and Makroman is not yet realized. Only, development of trade and services to come out well result to regional income, except that, development of housing investment to go on the up level, especially nourthern of city. In conclusion, the policy implementation of city development it will not become realized well, the recommendation should be given to the local government of Samarinda City, that related distribution growth of city development, generally it’s nessecary to giving a facility and utility for even area. And then, police power must be upright to deviation happens. Except that, optimalize of coordination and socialization with using a public mediation, pamflet etc, mainly for district and sub district regions.

Kata Kunci : Kebijakan Pengembangan Kota,Tata Ruang, Implementation, City Development, Policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.