R.A.A. Kusumadiningrat dan R.A.A. Kusumasubrata :: Gaya hidup Bupati-bupati Galuh 1839-1914
SOFIANI, Yulia, Prof.Dr. Djoko Soekiman
2005 | Tesis | S2 SejarahKabupaten Galuh dikuasai oleh Mataram Islam sejak tahun 1595, tetapi pada awal abad 17 Mataram Islam menyerahkan Galuh kepada VOC. Setelah VOC bangkrut pada tahun 1799, seluruh daerah kekuasaannya diambil alih oleh kerajaan Belanda dan kemudian diserahkan kepada pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kontak bupati dan keluarganya dengan orang-orang Belanda yang mengusung budaya Barat semakin intensif, terutama setelah pemerintah kolonial menjalankan Politik Etis. Nilai-nilai Barat yang masuk ke dalam kehidupan kabupaten Galuh telah mempengaruhi kehidupan bupati, terutama dalam hal gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami gaya hidup bupati-bupati Galuh, yaitu R.A.A. Kusumadiningrat dan R.A.A. Kusumasubrata pada tahun 1839 hingga tahun 1914, setelah kekuasaan mereka menjadi bagian dari birokrasi kolonial. Prosedur penelitian dilaksanakan sesuai dengan metode sejarah yang dituntun oleh kerangka pemikiran teoritis. Agar mendapatkan gambaran yang menyeluruh dan eksplanasi historis yang memadai, penelitian ini menggunakan pendekatan historis untuk melihat segi proses yang akan menghasilkan asumsi. Pendekatan ilmu bantu, yaitu pendekatan struktural yang digunakan dalam penelitian ini, diharapkan dapat membantu memfokuskan pada struktur sebagai inti suatu perubahan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan observasi (wawancara). Budaya Barat yang diusung oleh orang-orang Belanda telah menimbulkan pengaruh dalam kehidupan kabupaten. Bupati adalah orang pertama yang berhadapan dan bersinggungan langsung dengan nilai-nilai yang diusung oleh orang-orang Barat. Menghadapi hal tersebut, bupati bersikap adaptif inovatif, yaitu menyerap nilai-nilai Barat ke dalam kehidupannya setelah diseleksi dan disesuaikan terlebih dahulu dengan budaya tradisional. Sikap adaptif inovatif bupati dapat dilihat dalam hal pemilihan bahan bangunan untuk tempat tinggal, pemilihan perabotan rumah tangga, dan pendidikan Tetapi dalam hal-hal tertentu bupati tetap mempertahankan tradisi yang telah berlaku secara turun temurun, misalnya dalam hal pola dasar tempat tinggal dan atributnya. Sikap bupati itu mencerminkan bahwa selain sebagai penganjur pembaharuan, bupati juga bertindak sebagai pendukung tradisi.
Sub-province of Galuh mastered by Mataram Islam since 1595, but in the early century 17 Mataram delivered Galuh to VOC. After the bankrupt of VOC in 1799, entire its power was taken over by The Netherlands kingdom and later delivered to the Dutch government. Contact dweller of regents and its family with the Dutch people which carrying Western culture increase progressively, especially after the Ethical Policy was carried out by the Dutch government. Western culture which come into the lifehood of Galuh sub-province affected the life of regent and its family, especially in the case of life style. Target of this research is to comprehend the life style of Galuh sub-province’s regents, which is R.A.A. Kusumadiningrat and R.A.A. Kusumasubrata, in the 1839 till 1914, after their power becomes the part of colonial bureaucracy. Research prosedure executed as according to history method led by theoritical idea framework. So that getting picture which totally and adequate historical explanation, this research use historical approach to see the process facet to yield assumption. Approach of science assist that is structural approach which use in this research, expected can assist focused at structure as core of a change. Technique data in this research are collecting through book study and observation (interview). Western culture carried by Dutch people have generated influence in life of sub-province. Regent is the first person which looks out on direct touch with that culture carried by West people. Facing that thing, regent behave innovative adtive, that is permeating Western culture into its life after selected and accommodated beforehand with traditional culture. Regent attitude of adaptive innovative can be seen in the case of construction material election for the residence, election of house wares and household, and education. But in some respects regent remain to maintain tradition which has gone into effect hereditarily, for example in the case of residence elementary pattern and its atribute. Regent attitude express that beside offering innovation, regent also maintained traditionalism act as well.
Kata Kunci : Sejarah Bupati Priangan,Gaya Hidup,RAA Kusumadiningrat dan RAA Kusumasubrata