Laporkan Masalah

U.S. foreign policy toward Saudi Arabia under the first term of George W. Bush administration

FATIMAH, Siti, Drs. Djoko Moerdiyanto, MA

2005 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Studi ini bertujuan untuk meneliti seberapa jauh Politik Luar Negri Amerika terhadap Saudi Arabia dipengaruhi oleh nilai-nilai dalam masyarakat Amerika serta mengapa Amerika cenderung bertindak akomodatif dalam Politik Luar Negrinya terhadap Saudi Arabia padahal terbukti bahwa nilai-nilai dalam bermasyarakat pada kedua negara sangat bertentangan baik dalam segi Politis maupun Budaya. Studi ini menggunakan sumber kepustakaan dimana data diperoleh dari buku, internet, majalah, jurnal, film dan sebagainya. Disamping itu, studi ini dianalisa dengan menggunakan teori American Studies yang mencakup pendekatan Interdisipliner, pendekatan mikro to makro serta past present and future.Pendekatan Interdisipliner yang digunakan akan ditinjau dari segi sejarah, politik dan sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibawah periode pertama pemerintahan George W Bush , hubungan Amerika dengan Saudi Arabia sangat intim walaupun kadang diwarnai ketegangan. Fakta menunjukkan bahwa hubungan yang erat ini didasari juga oleh bisnis keluarga, yang berhubungan dengan minyak yang telah terbentuk semenjak pemerintahan George H W Bush yang merupakan pendahulu sekaligus ayah kandung George W Bush. Sebagai akibatnya, Amerika yang dikenal sebagai negara yang selalu menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia sebagai dua prinsip dasarnya sekan mengabaikannya. Bahkan kedua negara dalam hubungan bernegara melakukan penyesuaian satu sama lain dalam hal kebijakan politik dan nilai-nilai dalam bermasyarakat. Jelas terlihat bahwa Amerika, dengan Manifest Destiniynya, cenderung bertindak Pragmatis dalam penerapan Politik Luar Negerinya trehadap negara lain terutama terhadap Saudi Arabia yang dikenal sebagai monarki absolut. Amerika cenderung fleksibel dalam menerapkan nilai-nilai maupun politik luar negerinya agar supaya lebih mudah dalam mencapai kepentingannya mengingat Saudi Arabia adalah pemilik cadangan minyak terbesar di dunia yang sangat penting untu menopang industri Amerika. Jelas terlihat pula bahwa memasyarakatkan nilai-nilai Amerika bukanlah faktor utama dalam keberadaan Amerika di Saudi Arabia, melainkan kepentingan-kepentingan pribadi untuk menguasai sumbersumber kekayaan di Saudi Arabialah yang lebih mendominasi. Retorika George W Bush untuk menciptakan tatanan dunia baru hanya merupakan salah satu dari sekian banyak alasan yang digunakan untul mencapai tujuan.

The study aims to find out how far the United States’ Foreign Policy toward Saudi Arabia reflects to the American Values and why the United States conducted an accommodative Policy toward Saudi Arabia, whereas actually Saudi Arabia’s values are Politically and Culturally contradictory to the U.S. values. This study employs library research in which the data are gathered from some sources such as books, journals films and Internet. Besides, The study is analyzed using American Studies Theory, covering the interdisciplinary approach and Micro to Macro Approach. The Interdisciplinary approach will be viewed on historical, political, and sociological Perspectives. The study demonstrates that under the first term of George W Bush administration, the U.S.-Saudi Arabia relationship was likely to be very intimate although sometimes it was colored by tensions. Yet, the fact shows that the intimate relationship was due to the family business relation, mainly on oil, which was already formed since the administration of George H.W. Bush, George W Bush’ father and predecessor. As a result, America, which is recognized as always maintaining democracy and human right as the two basic principals, seems to ignore them in the relation with Saudi Arabia. Both countries appear to make an adjustment on their foreign policy and national custom. It is verified that the U.S, with their Manifest Destiny, tend to be pragmatic on their aggression toward other countries especially on their Foreign Policy Toward Saudi Arabia which known as an absolute monarchy. The U.S seems to be flexible in implementing their national values and Foreign policy in order that it will be easier to accomplish their interest. It is also verified that what lies behind the American Foreign Policy toward Saudi Arabia was not merely on promoting the American values, but the need for oil, arms transfer and other interests are more dominating the policy. George W Bush rhetoric of creating the New World Order seems to only be one reason to accomplish the goal.

Kata Kunci : Kebijakan Politik Amerika Serikat, Arab Saudi,Nilai, nilai Amerika Serikat, Foreign Policy, American Values.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.