Laporkan Masalah

Membangun modal sosial untuk berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat desa :: Studi tentang bentuk-bentuk partisipasi kelompok pengajian arisan Rukun Kafiyah terhadap pembangunan masyarakat desa di Desa Kalibaru Wetan Banyuwangi Jawa Timur

HANIF, Mukhlas, Drs. Rahardjo, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Sosiologi

Partisipasi masyarakat desa terhadap pembangunan masyarakat desa merupakan prinsip dasar dan sekaligus kunci bagi kesuksesan pembangunan masyarakat desa itu sendiri. Sementara itu, tanpa kita sadari, bahwa sebenarnya masyarakat desa memiliki modal sosial yang sangat urgen bagi terwujudnya partisipasi masyarakat terhadap pembangunan masyarakat desa. Sedangkan modal sosial masyarakat desa dapat berupa lembaga lokal yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat desa. seperti halnya sebuah lembaga lokal yang terdapat di Desa Kalibaru Wetan yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan Kelompok Pengajian Arisan Rukun Kifayah (KPARK). Sebagai modal sosial, KPARK menjadi wahana bagi masyarakat setempat untuk berpartisipasi terhadap pembangunan masyarakat desa. Akan tetapi, permasalahan yang muncul kemudian adalah bentuk partisipasi seperti apakah yang disumbangkan oleh KPARK terhadap pembangunan masyarakat desa, karena seperti kita ketahui bahwa bentuk dan pengertian partisipasi sangat beragam. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan terhadap bagaimana bentuk-bentuk partisipasi KPARK terhadap pembangunan masyarakat desa di Desa Kalibaru Wetan Banyuwangi Jawa Timur. Untuk menjawab persoalan tersebut di atas, penelitian ini menggunakan metoda kualitatif, dengan unit analisa 16 KPARK yang berada di empat dusun di Desa Kalibaru Wetan. Untuk memperoleh data yang diperlukan, dilakukan wawancara, pengamatan secara terlibat (participant observation), dan penelusuran dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap 16 orang pengurus KPARK, 7 orang tokoh masyarakat setempat, khusus untuk anggota KPARK selain berhasil mewawancarai 16 orang juga mewawancarai anggota yang ketika dilakukannya aktivitas KPARK terlibat pembicaraan-pembicaran yang berhubungan dengan penelitian ini. Kemudian data yang terkumpul, dianalisa secara kualitatif dan disajikan secara deskriptifanalitis. Melalui proses penelitian ini diketahui bahwa KPARK dibentuk dan dilestarikan melalui nilai-nilai sosial yang ada dan berkembang dalam masyarakat Desa Kalibaru Wetan. Nilai- nilai tersebut adalah nilai kerukunan, solidaritas sosial, saling menghormati, dan nilai saling percaya (mutual trust). Selanjutnya, kemampuan masyarakat dalam mendayagunakan KPARK sebagai modal sosial, membuahkan hasil yang positif dalam mewujudkan partisipasi terhadap pembangunan masyarakat desa. Berdasarkan hasil penelitian bentuk-bentuk partisipasi KPARK adalah sebagai berikut: (1) partisipasi KPARK dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap peningkatan taraf hidupnya; (2) partisipasi KPARK dalam menciptakan kerukunan masyarakat desa; (3) partisipasi KPARK dalam menciptakan solidaritas antar anggota masyarakat; (4) partisipasi KPARK dalam menumbuhkan sikap saling percaya. Keempat bentuk partisipasi tersebut berguna untuk mendukung kelancaran program pembangunan masyarakat desa, karena hakekat dari partisipasi masyarakat terhadap pembangunan bukan hanya dilihat dari segi materi dan bantuan tenaga saja.

The participation of village society into the rural development is both basic principal and key as well for the success of the rural development itself. While unrealized that the village society actually has an extremely urgent of social capital for implementing society participation into the rural development. But, social capital of the rural society could be local institution either existing or developing into the rural society. It’s such a local institution at the village, Kalibaru Wetan which is well known as Kelompok Pengajian Arisan Rukun Kifayah (KPARK). As a social capital, KPARK has been becoming an instrument for the native to participate into the rural development. But, the most fundamental problem is that what kinds of participation contributed by KPARK through the rural development? As known that both form and definition of participation are vary. Therefore, the research is focused on how the form of participation of KPARK into the rural development at Kalibaru Wetan, Banyuwangi, East Java is. To answer the problem above is that the research is going to use qualitative method with analytical unit 16 KPARK existing in four orchards of Kalibaru Wetan village. To find the required data is conducted deep interview, participant observation, and searching documentation as well. Interview is conducted for 16 KPARK boards and several members joining and talking KPARK program daeling with the research, and 7 stakeholders. Then, the collected data have been analized qualitatively and served descriptive-analytically. Through the research process it’s known that KPARK is supposed to be mediator as social values available on the village. Those values are living in harmony, social solidarity, and mutual respect, as well as mutual trust. Then, the ability of society in impowering KPARK as social capital has been growing positive result into participation of the rural development. Based on result of the research, the forms of participation of KPARK are (1) consciessness of society into increasing standard of living, (2) creating peaceful pro-existence, (3) creating solidarity among members, (4) making mutual trust attitudes. Those forms of participation are badly needed for supporting smoothness of rural development program because the substance of society participation into development is neither material nor physical help.

Kata Kunci : Pembangunan Masyarakat Desa, Modal Sosial, Kelompok Pengajian, Rural development, Social capital, Participation.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.