Ketika komunitas berbagi jatah beras :: Studi implementasi Program Bantuan Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin) di Kecamatan Ngawen Gunungkidul Tahun 2004
INDRIYANTO, Muh. Setyawan, Dr. Suharko
2005 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Program Bantuan Beras untuk Keluarga Miskin ( Raskin) merupakan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bidang Ketahanan Pangan sebagai upaya menangani kondisi sosial ekonomi masyarakat yang memburuk. Strategi yang diambil Pemerintah dalam Program JPS adalah tahapan penyelamatan yang sifatnya mendesak dan harus ditangani secepat mungkin. Strategi selanjutnya adalah tahap pemulihan untuk pemberdayaan masyarakat. Program Raskin yang dirancang untuk jangka pendek dengan tujuan penyelamatan masyarakat yang terkena dampak krisis, pada kenyataannya sampai saat ini masih dilaksanakan. Hal ini mengindikasikan bahwa tahapan penyelamatan belum selesai . Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 38,7 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 26,8 jiwa pada tahun 2004 atau penurunan sekitar 5 %. Pelaksanaan Program Raskin menurut hasil evaluasi yang dilakukan oleh LP3ES pada tahun 2000 secara nasional terjadi salah sasaran, artinya subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk keluarga miskin ternyata tidak hanya dinikmati oleh orang miskin saja. Pemerataan jatah pembelian beras yang seharusnya diperuntukkan keluarga miskin menjadikan program ini menjadi tidak efektif dalam rangka mencapai tujuan . Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui mekanisme distribusi beras sampai di keluarga sasaran serta pemanfaatan bantuan beras oleh keluarga sasaran Teori yang digunakan untuk mengkaji komunitas sasaran adalah teori yang berkaitan dengan dimensi kemiskinan untuk penetapan sasaran progam dipadukan dengan pendekatan community based targeting yang mendasarkan pada pengetahuan masyarakat untuk menilai individu disekitarnya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendiskripsikan implementasi Program Raskin di Kecamatan Ngawen , dengan sumber data terdiri dari keluarga sasaran, petugas pelaksana, Aparat Desa dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data didahului dengan observasi , studi dokumentasi dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui gambaran umum keluarga sasaran dan pemahaman keluarga sasaran terhadap program, dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih Dari hasil penelitian lapangan ditemukan bahwa Implementasi Program Raskin di Kecamatan Ngawen khususnya dalam pendistribusian beras kepada keluarga miskin yang menjadi sasaran terdapat empat variasi dalam pendistribusiannya di tingkat kelompok keluarga sasaran, dengan penerimaan jatah beras berkisar antara 4 s. d 10 kg/kk/bln/. Meskipun jika dilihat dari indikator program Raskin telah terjadi salah sasaran, namun menurut pemahaman masyarakat ( 58,3 %) , menyatakan bahwa yang berhak menerima bantuan bukan hanya keluarga sasaran Kecilnya jumlah beras yang diterima oleh keluarga sasaran Program Raskin maka tujuan dari pemerintah untuk memberikan transfer pendapatan kepada keluarga sasaran menjadi tidak optimal. Transfer pendapatan Program Raskin yang diharapkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar lainnya, menjadi semakin jauh dari kenyataan dan dikawatirkan akan menimbulkan ketergantungan masyarakat, Untuk mengantisipasi sikap ketergantungan perlu dipersiapkan bentuk transfer pendapatan yang mengarah pada terciptanya lapangan kerja bagi keluarga sasaran yang masih produktif.
The rice aid program for the poor (Raskin) was the safety net program from the government in the food sustainability as one of the effort to handle the bad of social economically condition of our society. The government strategy in the implementation of the safety net program was the step in urgently rescuing and should be done as quickly as possible. The next strategy was the curing step in society enableness. Raskin program designed in the short time that purposed to rescue the impacted society was still done nowadays. It indicated that the safety step ha not finished yet. The government targeted to decline the poverty from 38, 4 million in 2000 to 26,8 million in 2004 or decline 5%. LP3ES evaluation of the implementation of Raskin program nationally was untargeted; it meant that the subsidy from the government to the poor was not just for the poor. The distribution of rice purchasing which emotion destined by the poor made this program was not effective in order to reaching target of the ready existence of the cheap rice for the poor. The purpose the study is to know the mechanism of rice distribution to come to the target family and also exploiting of rice aid by the target family. The theory used in the study of the target community is theory that related to the poverty dimension to determine target program that would combine by community based targeting focused on the community knowledge to assess the surrounding individual The study used qualitative approach ti describe the implementation of the Raskin Program in Ngawen district with the source data consist of the target family, executor worker, countryside officers, and the elite figure. The data collection is started by observation, study of documentation, and the distribution the questioner to know the general description of the target family and the understanding of the target family on the program, followed by in depth interview to the choice informant. The result of the study is that in the implementation of the Raskin program especially in Ngawen district , thera are for kinds of distribution rice to the targeted poor with with the acceptance of the rice about 4-10 kg/family/month. Although the indicator of the Raskin Program was untargeted , 58,3 % of the community thought that the not only targeted that got that aid but also the untargeted family. With the number of the rice got by the targeted family of Raskin program made the government purpose to give the income transfer to the targeted family was not optimal. Income transfer from Raskin program that hoped can be used to fulfill the other basic requirement was progressively far from fact and felt concerned the rice aid would created the society dependence. To anticipate the dependence, it needed to be prepared a form of income transfer that created employment for the productive targeted family.
Kata Kunci : Keluarga Miskin,Bantuan Beras,Raskin, Declination of poverty, the accuracy of the kinds of aid and the target