Isu gender di mata wartawan :: Studi pada wartawan di Yogyakarta
HENDARININGRUM, Retno, Dr. Partini, SU
2005 | Tesis | S2 SosiologiBerangkat dari kenyataan bahwa publikasi media massa selama ini masih dibingkai kuat oleh budaya yang mendiskriminasikan perempuan, sehingga berita yang disiarkan di media massa-pun menjadi bias gender. Hal ini membuat keinginan yang kuat untuk melakukan studi mengenai media massa dan gender. Media massa merupakan wahana strategis yang bisa menciptakan opini publik mengenai kesetaraan dan keadilan gender. Pemberitaan yang timpang mengenai kesetaraan dan keadilan gender pada media massa, melanggengkan budaya pendiskriminasian perempuan, sehingga perempuan hanya dijadikan sebagai obyek. Dalam publikasi media massa, wartawan memiliki posisi penting, karena ia bertugas mencari dan menulis berita untuk kemudian disiarkan di media massa. Pengetahuan wartawan tentang isu gender yang baik sangat penting, karena nantinya akan menghasilkan berita yang tidak bias gender (berita yang sensitif gender). Studi ini bertujuan untuk memahami pengetahuan wartawan tentang isu gender, dan implementasi pengetahuan tersebut dalam tulisan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam, serta beberapa tulisan wartawan yang sudah disiarkan di media massa untuk mengetahui implementasi pengetahuan mereka tentang isu gender. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahuan wartawan tentang isu gender masih dibingkai oleh pemahaman sebagai isu perempuan sekedar untuk meningkatkan perannya di sektor publik, padahal isu gender yang berkembang saat ini bukan lagi berkutat pada peningkatan peranan perempuan saja, tetapi sudah pada menciptakan iklim yang sederajad dengan laki-laki. Diketahui pula bahwa wartawan perempuan lebih tertarik pada isu ini, dibanding wartawan laki-laki. Wartawan perempuan menganggap bahwa perempuan lebih mengetahui permasalahan perempuan, karena itu wartawan perempuan lebih merespon isu ini. Wartawan laki-laki kurang tertarik pada isu ini, karena dianggap sebagai isu yang kurang menarik dan kurang laku untuk menjadi ‘komoditas’ berita dibanding isu-isu lain seperti isu politik atau isu ekonomi. Temuan lain menunjukkan bahwa media belum serius untuk memunculkan isu gender di area publik, sehingga implementasi tulisan wartawan menunjukkan sensitif gender belum banyak dipakai dalam tulisan. Pertimbangan ‘komoditas’ berita yang laku dijual menjadi pertimbangan utama media. Namun beberapa tulisan yang ditulis wartawan perempuan menunjukkan sensitif gender, sehingga media bisa berfungsi sebagai pembentuk realitas kesetaraan dan keadilan gender dalam masyarakat.
Based on the fact that mass media publication has been still framed by a strongly cultural of woman discriminition. It implied to the news that published on mass media was gender biased. It is a reason why this research was done concerning mass media and gender. Mass media itself were a strategic forum that can be functioned in creating the public opinion about equality and gender justice. Therefore, inequlity news coverage could make woman discirimination everlasting so that, on mass media, woman just were merely placed as object. On mass media publication, journalists had an important position because they prevailed the jouranlism duties; those are searching and writing as well as disseminating the news. The good journalist knowledge concerning gender issues is important. This aspect implied to how the journalist’s way making the news about woman. This research was intended to know the journalists knowledge about gender issues and its implementation to the news that has been made. The method that used was descriptive-qualitative. Data were gained through focus group discussion and by interviews and qualitative content analysis to news that had been published on mass media. All is executed to know how journalist knowledge operated to the news about gender issues. The result showed that journalists knowledge about gender issues have been still framed by conceiving that gender issues still limited to increase the public role. While, recently gender issues have developed rapidly. Issues gender is not limited to the public sector, but moved to the equality between woman and man. It was also known that gender issues were more accepted by woman journalits.The result also pointed out that man journalists have little pay attention to gender issues. They assumed that these issues was not interesting and not being comodity when it was compared to economic and politics. Besides the results mentioned above, this research also identified to journalists’s implementation for gender issues on mass media. This study showed that journalists could not totally implement his knowledge about gender issues. This situation was caused by a poorly knowledge of gender issues among journalists. But, some writings of woman journalists reflected the gender sensivity so that mass media could be functioned in creating gender equality and gender justice reality.
Kata Kunci : Gender, Tulisan Wartawan, Kerja Jurnalistik, Gender issue, journalist, news of gender sensivity