Terapi kognitif perilakuan untuk depresi pada penyandang cacat tubuh
SULISTYORINI, Wandansari, Prof. Johana E. Prawitasari, Ph.D
2005 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Klinis)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif perilakuan dalam menurunkan depresi pada penyandang cacat tubuh di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa “Prof. DR. Soeharso†Surakarta. Subjek penelitian adalah kelayan (siswa) di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa “Prof. DR. Soeharso†Surakarta yang mengalami kecacatan bukan karena bawaan, berjumlah lima belas orang. Beck Depression Inventory digunakan sebagai skrining untuk mengungkap ada tidaknya gangguan depresi. Hanya mereka yang memperoleh skor antara 10 sampai 23 atau mengalami depresi ringan dan sedang dijadikan subjek penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes Beck Depression Inventory yang dilaksanakan saat pretes dan pascates, lembar evaluasi, observasi dan wawancara. Hasil uji Anova repeated measures menunjukkan tidak ada pengaruh terapi kognitif perilakuan dalam menurunkan depresi pada penyandang cacat tubuh. Hasil analisis menunjukkan nilai F sebesar 0,002 dengan taraf signifikasi 0,962 (p> 0,05). Hasil uji Mann Whitney Test menunjukkan nilai U sebesar 21,500 dengan taraf signifikansi p= 0,226 > 0,05, berarti tidak ada perbedaaan antara terapi yang diberikan oleh Psikolog maupun Petugas Rehabilitasi dalam menurunkan depresi subjek. Dari hasil penelitian ini terapi kognitif perilakuan nampak kurang cocok untuk subjek penyandang cacat tubuh. Kemungkinan besar ini terjadi karena faktor kultur atau budaya, terapi tidak bebas kultur dan bebas nilai khususnya bagi subjek yang resisten dan cenderung diberikan label atau prasangka oleh masyarakat seperti penyandang cacat tubuh.
The research was aimed to find out the effect of cognitive-behavioral therapy for depression in disabled people in Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa “Prof. DR. Soeharso†Surakarta. The subjek of this research were fiveteen offenders of Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa “Prof. DR. Soeharso†Surakarta clients (students). Beck Depression Inventory (BDI) for the screened subject to examined them depression. Just subject with BDI score between 10 - 23 or with mild depression and moderate depression as research subject. Data was collected using Beck Depression Inventory at a set time pretest and posttest, evaluation sheets, observation and interview. The result of the Anova repeated measures showed that cognitive-behavioral therapy were not effect to decrease for depression in disabled people. The analyze result showed F score 0,002 and p= 0,962 > 0,05. Mann Whitney Test result showed U score 21,500 and p=0,226 > 0,05, this score means that did not any different between therapy given by Psychologist and Rehabilitation Worker (Social Worker) to decrease disabled people depression. Cognitive-behavioral therapy inappropriate for disabled people. This might be causes by culture, therapy did not free cultural and free value, actually disabled people, who was resistances and biases evident in any given society.
Kata Kunci : Depresi,Cacat Tubuh,Terapi Kognitif, Depression, Cognitive-Behavioral Therapy, Disabled People