Kebahagiaan hidup lanjut usia di Panti Sosial ditinjau dari penerimaan diri dan dukungan sosial pada Panti Sosial Tresna Werdha "Abiyoso" Kabupaten Sleman Propinsi DIY
SUMARNO, Joko, Prof.Dr. Sartini Nuryoto
2005 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Perkembangan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan kebahagiaan hidup lanjut usia di panti, ditinjau dari penerimaan diri dan dukungan sosial. Sebagai tambahan, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat perbedaan kebahagiaan antara lanjut usia yang mempunyai tingkat ekonomi tinggi dan rendah selama hidup di panti. Kebahagiaan hidup lanjut usia berfungsi sebagai variabel tergantung, sedangkan variabel bebas adalah penerimaan diri dan dukunga n sosial. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kebahagiaan hidup lanjut usia di panti, semakin tinggi penerimaan diri dan dukungan sosial dari seseorang berarti semakin tinggi pula kebahagiaan hidupnya. Subjek dalam penelitian berjumlah 65 orang, dengan usia 65 tahun ke atas dan tinggal di panti sosial Tresna Werdha. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dengan skala (alat ukur) penerimaan diri, dukungan sosial dan kebahagiaan hidup. Metode statistik dengan menggunakan tehnik analisis regresi ganda dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kebahagiaan hidup (F= 10,235, RY(1,2) = 0,498, p= 0,000); dan perbedaan kebahagiaan hidup lanjut usia di panti antara lanjut usia yang mempunyai tingkat ekonomi tinggi dan rendah (t = -3,138, p < 0,010). Kebahagiaan hidup lanjut usia, kelompok tingkat ekonominya rendah lebih bahagia hidupnya dari pada kelompok lanjut usia dengan tingkat ekonominya tinggi (rata-rata ekonomi rendah = 79,837 dan tingkat ekonominya tinggi = 68,091).
The present research aimed to identify and prove elderly life well-being of those inhabiting nursing home viewed from self-acceptance and social support. I addition, it also aimed to identify the differences in well-being level between elderly people with higher-and lower-economy levels during living in the nursing home. Elderly life well- being was treated as dependent variable, while self- acceptance and social supports served as independent variables. Hypothesis proposed was that there was relationship between self acceptance and social support with elderly life well-being. The higher self acceptance and social support were, the higher the life well-being was. Subjects involved 65 individuals with 65 years of age and more inhabiting the nursing home. Data were collected through questionnaire method with scales (instruments) of self acceptance, social supports, and elderly life well-being. Statistical method utilized double-regression analysis technique and t-test. Results indicated that significant relationship was found between self- acceptance and social supports with elderly life well-being (F=10,235, RY(1,2) = 0,498, p =0.000; also, the differences in well- being level was detected between elderly people with higher-and lower-economy level (t=-3,138, p =0,010). The well-being life of those with lower economy levels was higher than of with higher economy level ( mean lower economy level = 79,839 and higher economy level = 68,091).
Kata Kunci : Penerimaan Diri,Kebahagiaan Hidup,Lansia,Life well-being, self acceptance and social support