Laporkan Masalah

Bisnis militer dan dinamika konflik di Kota AMbon (1999-2002)

KABAKORAN, Abubakar, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2005 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional (Magister Perdamaian dan Res

Memperbincangkan Bisnis Militer di Indonesia, adalah merupakan masalah klasik dalam hitungan waktu, namun masih aktual dan relefan dalam dimensi isu dan tren kekinian. Betapa tidak, tema ini seringkali mengundang polemik, kritik dan protes, seiring dengan latar belakang historis lahirnya institusi militer yang kemudian dilegitimasi dan merupakan manifestasi dari Dwi Fungsi ABRI, TNI sekarang. Bisnis Militer, kemudian semakin marak dan sempurna pada masa kekuasaan rezim Soeharto yang populer otoriter dan militeristik. Pemeliharaan bisnis institusi ini baik dalam bentuk institusional, non-institusional hingga yang ilegal, dan ditopang oleh kekuatan higimoni politik dan kekuasaan militer. Praktek ini dipelihara dan dilindungi oleh kekuasaan, hingga tidak dapat disentuh apalagi dikritisi. Memasuki era baru reformasi yang ditandai dengan perubahan karakter rezim dan berlangsungnya demokratisasi, yang membuka ruang kepada kekuatan civil society untuk melakukan kontrol namun masih merupakan sesuatu yang otopis. Untuk melacak dan membongkar tradisi militer dalam aktivitas bisnis seringkali mengalami hambatan. Alasan yang paling menonjol digunakan militer sebagai dalih untuk melegitimasi aktifitas bisnis mereka adalah perlunya pendanaan memadai dan kesejahteraan untuk menopang profesionalisme militer.Minimnya pembiayaan anggaran negara dalam menopang kegiatankegiatan operasi keamanan, meberikan dampak tersendiri kepada warga masyarakat di beberapa daerah konflik di Indonesia. Konflik komunal yang terjadi di Kota Ambon di sepanjang tahun 1999- 2002, nampak bisnis militer yang luar biasa dilakukan dalam bentuk komersialisasi jasa keamanan, penjualan senjata api, amunisi dan sebagainya, dengan kepentingan bisnis militer yang berlindung dibalik konflik komunal, dimana situasi ini dapat berpengaruh langsung terhadap dinamika konflik selama tahun 1999- 2002 di Kota Ambon. Penampakan ini semakin menguat, ketika konflik tak berhenti dan kesulitan mencari alternatif penyelesaian, seringkali terjadi truwble sebagai pemicu untuk tetap melanggengkan konflik, serta pembiaran oleh militer akibat kepentingan bisnis yang bermain selama konflik

Military business later progressively perfection at a period of power of regie Soeharto the popular-ness, authoritarian and military. Conservancy of this institution business is good in the form of institutional, non-institutional till which is illegal and sustained by strength of political hegemony and power of military. This practice is looked after and under the aegis of power, till do not earn to be touched again critical more than anything else. Entering new era of reform marked by change of regime character and take place democratization him, opening room to strength of society civil to control but still is somethingthat of otopic. To trace and unload military tradition in business activity oftentimes experience of resistance. Most used uppermost reason of military as equivocation for the legitimate of their business activity are the importance of adequate financing and prosperity to sustain military provessionalism. A minimum of defrayal of state budget in sustaining activities of security operation, giving separate impact to society citizen in some conflict areas in Indonesia. Separatis Aceh and papua operation and also communal conflict I Poso and of Ambon, so the hysterias of joined military business with collusion of HAM. This situation progressvely agree that there is no advantage of larger ones obtained by military besides war. Communal conflict that happened in town of Ambon in during the year 1999-2002, looking remarkable military business conducted in the form of security service commercialization, sale of fire arm, ammo etcetera with importance of military business sheltering at the opposite of communal conflict, where this situation can have an affect on direct to conflict dynamics during year 1999-2002 in Town of Ambon. This vision progressively strength, when conflict do not desist and difficulty look for solution alternative, oftentimes happened trouble as cause to keep isn’t it conflict and also convent by military effect of importance of business playing at during conflict.

Kata Kunci : Konflik dan Bisnis Militer,Ambon 1999,2002, Military, Military Business, Conflict Dynamics


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.