Gender Based Advocacy :: Upaya membangun resolusi konflik dalam konflik berbasis gender di Kabupaten Semarang
HARIPANGESTI, Adoniati Meyria Widaningtyas, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2005 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional (Magister Perdamaian dan ResPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab, ciri-ciri dan bentuk persoalan pelayanan public terhadap korban kekerasan berbasis gender yang menjadi pemicu konflik social (structural) serta mengkaji proses advokasi yang telah dilakukan sebagai pilihan upaya resolusi konflik di bidang pelayanan public (public service) di kabupaten Semarang. Hipotesis yang diajukan bahwa (1) konflik dalam pelayanan publik bagi korban kekerasan berbasis gender, pengalaman, ide/konsep dan strategi resolusi konflik yang dilakukan masyarakat dengan pendekatan advokasi dan koalisi mampu menghasilkan perubahan di tingkat lokal. Dalam hal ini, konflik dan persoalan sosial yang terjadi di wilayah mereka menjadi cara pembelajaran dan penguatan bagi masyarakat sendiri untuk menggali dan memaksimalkan kapasitas lokal (local capacity) dalam upaya-upaya membangun resolusi konflik dan penyelesaian persoalan sosial; (2) model atau pendekatan resolusi konflik melalui advokasi merupakan suatu metode penyelesaian konflik-konflik sosial yang berbasis pada persoalan kebijakan publik, sistem dan struktur sosial yang diskriminatif, karena dalam advokasi terdapat upaya-upaya bargaining position para pihak melalui proses-proses empowering (pemberdayaan), educating (pendidikan), organising (pengorganisiran) dan networking/coalition (jaringan/aliansi/koalisi). Subjek penelitian meliputi 5 wilayah kecamatan di kabupaten Semarang dengan 6 wilayah desa/kelurahan dan 6 kelompok sosial masyarakat sebagai sampel (purposive sampling) berdasarkan pertimbangan karakteristik, dinamika, empathy dan partisipasi masyarakat dalam penyelesaian kasus dan konflik tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan metode riset partisipatif (Participatory Action Research/PAR), In-depth interview, Focus Groups Discussion serta studi pustaka. Validitas data diuji dengan metode triangulasi sedang pemaparan data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi merupakan pilihan yang efektif bagi upaya resolusi konflik yang berbasis pada kebijakan public. Strategi advokasi haruslah dirumuskan dengan menekankan aspek-aspek penting empowering, educating, organising dan networking/coalition oleh para pihak yang berkonflik maupun pihak ketiga sebagai fasilitator. Dalam strategi tersebut juga perlu dibangun system monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh stakeholders yang terlibat dalam konflik tersebut yang berfungsi untuk melihat, mengkaji, mengevaluasi serta merumuskan kembali upaya-upaya resolusi konflik yang lebih bersifat jangka panjang (sustainable) dan mengarah pada peacebuilding
This research aim to know the cause factors, characteristic and the public service problem to abused victim base on gender that becoming the trigger of social conflict (structural) also to study about advocacy process which have been conducted as effort choice of conflict resolution in public service sector in Semarang Regency. The raised hypothesis that is : (1) conflict in public service for abused victim base on gendr, experience, idea/concept and the strategy of conflict resolution conducted by society with the approach of advocacy and coalition, able to yield change in local level. In this case, conflict and social problem that happened in their region become the way of study and reinforcement for society it self to dig and maximize the local capacity in efforts to develop the conflict resolution and solving the social problem; (2) the model or the approach of conflict resolution through advocacy represent a method about social conflict solving based on public policy problem, system and social structure which discriminative, because in advocacy there are efforts of bargaining position of the parties through empowering processes, educating, organizing and networking/coalition (network/alliance/coalition) The research subject cover 5 – sub district region in Semarang Regency by 6 countryside region of village and 6 social group of society as sample (purposive sampling) pursuant to characteristic consideration, dynamics, empathy and society participate in solving of the conflict and case. Data collecting conducted with the participative research method (Participatory Action Research/PAR), In-depth Interview, Focus Groups Discussion and also book study. Data validity tested with the triangulate while the medium of data explanation use the qualitative descriptive approach. The result of this research indicates that the advocacy represent the effective choice for effort of conflict resolution based on public policy. Advocacy strategy shall be formulated by emphasizing important aspect of empowering, educating, organizing and networking/coalition by the parties, which have conflict also third party as facilitator. In the strategy also require to develop a system of monitoring and evaluation conducted by stakeholders in concerned in functioning the conflict to see, to studying, evaluating and also re-formulate the effort of conflict resolution to be long-range (sustainable) and instruct at peace building.
Kata Kunci : Resolusi Konflik,Konflik Berbasis Gender,Advokasi, Gender Based Conflict, Advocacy, Public Policy (Service)