Pemanfaatan pendapatan pekerja Migran Internasional :: Kasus di wilayah Sakra Kabupaten Lombok Timur
SUROSO, Prof.Dr. Ida bagus Mantra
2005 | Tesis | S2 KependudukanMobilitas tenaga kerja internasional dari Lombok Timur menuju Malaysia Barat tidak terlepas dari beban angkatan kerja yang semakin bertambah, sedangkan pada sisi lain penyediaan kesempatan kerja ditingkat lokal terbatas serta perbedaan tingkat upah antara daerah asal dan daerah tujuan cukup besar sehingga menjadi pendorong bagi penduduk Lombok Timur untuk melakukan migrasi tenaga kerja di Malaysia Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Lombok Timur yaitu Wilayah Sakra dan Sakra Timur sebagai kantong TKI baik TKI legal maupun ilegal. Penelitian dilakukan pada 100 mantan tenaga kerja dari Malaysia Barat yang terdiri dari 50 orang mantan tenaga kerja legal dan 50 orang mantan tenaga kerja illegal, dengan menggunakan tehnik snowball sampling. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan mantan TKI baik yang berstatus legal maupun illegal memanfaatkan pendapatan migrasi untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat ekonomi non produktif, meskipun sikap keluarga dan minat mantan migran memberikan dukungan terhadap kegiatan ekonomi produktif. Bagi mantan migran legal, kegiatan ekonomi non produktif lebih banyak dialokasikan untuk kepentingan pembuatan dan perbaikan rumah, sedangkan mantan migran illegal lebih banyak digunakan untuk membayar hutang. Hal ini mengindikasikan migran illegal dalam proses pemberangkatan dan keluarga yang ditinggalkan lebih banyak memiliki hutang dibandingkan dengan keluarga mantan migran legal. Pemanfaatan pendapatan untuk kegiatan ekonomi produktif bagi migran legal lebih cenderung pada sektor pertanian terutama untuk pembelian tanah sawah dan menyewa lahan, demikian juga pada migran ilegal, sedangkan modal yang dialokasikan untuk kegiatan produktif relatif kecil sehingga pendapatan yang diharapkan dari usaha tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu ada kecendrungan mantan migran untuk kembali lagi Ke Malaysia sebagai tenaga kerja. Bagi mantan migran legal kecendrungan untuk kembali lagi ke Malaysia lebih besar dibandingkan dengan migran ilegal. Hal ini lebih disebabkan trauma yang banyak dialami bagi migran ilegal karena kegagalanya dalam melakukan akumulasi kapital untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
The mobility of international migrant workers from East Lombok to West Malaysia increased from year to year. The increase could not be separated from the increasing number of workforce while the availibility of job opportunities were limited as well as the stark differences in salary betwen origin and destination areas which encouraged people in East Lombok to migrate to west Malaysia. The research was conducted in East Lombok, specifically in Sakra and East Sakra as the centre of Indonesian Labour (TKI) both legal and illegal ones. It was undertaken on 100 ex-workers from west Malaysia Which consisted of 50 exlegal workers and 50 ex-illegal workers using snowball sampling. The results of research showed the tendency of both legal and illegal exworkers to use their incomes for economically non productive interests although the family’s attitude and the ex-workers, economically non productive activities were allocated for the building and repairing houses while for the illegal exworkers, the incomes were for paying debts. It indicated that during the departure and the families of legal migrants. The use of income for economically productive activities for legal migrants was likely for agricultural sectors, especially for buying rice field and hiring fields. The same was true of illegal migrants. While capitals allocated for productive activities were relatively small so that incomes expected from the efforts were not adequate for feeding the families. Therefore, there was a tendency for ex-migrants to return to Malaysia as labour. For legal ex-migrants, the tendency to return was higher compared to that of illegal ex-migrants. It was caused by the traumas experienced by many illegal migrants due to their failure in accumulating capitals for fulfilling the families’ needs.
Kata Kunci : Migrasi Internasional,Pendapatan Migran, The use of migrants’incomes, in East Lombok.