Laporkan Masalah

Adaptasi petani dalam menanggulangi akibat banjir pada lahan pertanian di Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul

NURAINI, Tri Astuti, Prof.Dr. H. Sutikno

2005 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Banjir merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi pada suatu daerah terutama pada waktu musim penghujan. Akibat terjadinya banjir membawa dampak bagi manusia, yaitu antara lain rusaknya lahan pertanian, permukiman, sarana transportasi, dan bahkan dapat merenggut jiwa manusia dan harta kekayaan lainnya. Untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan banjir antara lain dengan melakukan adaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat banjir pada lahan pertanian, mengkaji bentuk adaptasi petani dalam menanggulangi akibat banjir pada lahan pertanian, dan mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adaptasi petani dalam menanggulangi akibat banjir pada lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat bantu kuesioner. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah kepala keluarga petani berjumlah 210 dengan teknik pengambilan secara purposive, yaitu pada desa yang terjadi banjir. Metode analisis hasil yang digunakan adalah analisis univaria t dengan tabel distribusi, frekuensi, dan grafik, selain itu juga digunakan analisis bivarial dengan tabulasi silang dan korelasi Kendalls. Hasil penelitian menunjukkan banjir yang terjadi pada lahan pertanian mengakibatkan kerusakan tanaman terutama bawang merah dan cabe sehingga produksinya menurun antara 50 – 100% per hektar. Untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat banjir petani melakukan adaptasi dalam bentuk pengolahan lahan yaitu dengan membuat sistem bedengan untuk tanaman bawang merah dan cabe, pemilihan jenis tanaman dengan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai untuk tanaman tertentu, rotasi tanam dengan memperhatikan musim, dan usaha di luar pertanian untuk menambah pendapatan. Analisis faktor-faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan tingkat adaptasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi(umur, tingkat pendidikan, luas lahan pertanian, status kepemilikan lahan pertanian, pemanfaatan teknologi, dan frekuensi mengikuti penyuluhan pertanian) dengan tingkat adaptasi petani dalam menanggulangi akibat banjir pada lahan pertanian. Hubungannya adalah semakin rendah umur semakin tinggi tingkat adaptasi; semakin tinggi tingkat pendidikan semakin tinggi tingkat adaptasi, semakin luas lahan yang dimiliki semakin tinggi tingkat adaptasi; semakin tinggi status kepemilikan lahan semakin tinggi tingkat adaptasi; semakin tinggi pemanfaatan teknologi semakin tinggi tingkat adaptasi; dan semakin sering frekuensi mengikuti penyuluhan semakin tinggi tingkat adaptasi.

Flood is a natural event that could take place in a certain area, especially in wet season. Flood’s effects vary to human among them are destruction over agricultural field, settlement, transportation facilities, beside death toll on humans and other material lost. In order to minimize the lost caused by the flood, one thing that could be done among others is by adaptation. This research is meant for know the effects of flood over agricultural field, determining of farmer’s adaptation in anticipating the flood’s effect over agricultural field, as well as determining the influencing factors on the farmer’s adaptation level in anticipating effects. The method in this research is survey method with questioners as assisting tool. The number of respondents as the subject for the research is 210, selected using purposive technique, which are located in the flooded villages. The result analysis method being used in this research is univariant analysis using distribution, frequency tables, and charts. This research also utilizes bivariant analysis with cross tabulation and Kendall’s tau_b correlation. The result of this research shows that a flooded agricultural field has an effect of vegetation destruction mostly to onion and chilli with 50 – 100% of production declination. To minimize the lost caused by the flood, the farmers conduct and adaptation in form of field management which is by creating “bedengan” system for the onion and chilli vegetation, selecting certain vegetation types in concerning the suitable environment’s condition, applying crop rotation as a function of the weather, and increasing household’s income from non-agriculture enterprising. Social economic factor analysis correlated with the adaptation level show that there is a relation between social economic factors (age, education, agricultural area size, field ownership status, technology application, and agriculture consultation frequency) and farmer’s adaptation level in anticipating flood’s effect over agricultural field.

Kata Kunci : Lingkungan,Banjir,Lahan Pertanian,Adaptasi Petani, Adaptation. Farmer, Flood, Agricultural Field


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.