Prevalensi kasus diare yang disebabkan oleh Strongyloides ransomi pada anak babi pra-sapih di Bali
LUDRA, I Nyoman, Prof.drh. R. Wasito, M.Sc.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Sain VeterinerBabi merupakan salah satu ternak yang mempunyai peran penting bagi masyarakat di Bali. Populasi ternak babi di Bali antara tahun 1998 sampai tahun 2002 berkisar antara 840.000 sampai 900.000 dengan kepemilikan ternak kebanyakan 5 ekor induk babi. Tingkat fertilitas induk babi yang dipelihara di Bali cukup bagus. Seperti diketahui bahwa penyebab utama kerugian pada petemakan babi adalah kematian pra-sapih. Kematian tersebut dapat terjadi akibat dari rendahnya berat lahir, perubahan temperatur yang tajam, kolostrum yang kurang serta diare. Strongyloides ransomi adalah salah satu agen penyakit penyebab diare pada anak bab pra-sapih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi diare pada anak babi pra-sapih yang terinfeksi oleh Strongyloides ransomi di Bali. Penelitian lapangan telah dilakukan di delapan kabupaten di bali. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan sampel tinja anak babi yang mengalami diare sebanyak 501 yang berasal dari 79 peternakan babi. Untuk pengumpulan data tentang manajemen peternakan dan data individu ternak digunakan kwesioner yang kemudian dianalisa secara explorasi. Sampel tinja diperiksa dengan metoda sodium acetate formaldehyde (SAF) concentration untuk menemukan adanya telur cacing Strongyloides ransomi. Babi dinyatakan terinfeksi oleh cacing tersebut apabila paling sedikit ditemukan satu telor pada basil pemeriksaan tinja. Uji statistik dengan Chi square dan ANOVA dipakai untuk menentukan apakah ada perbedaan prevalensi yang signifikan dari masing masing kelompok babi yang diteliti. Dari 501 sampel tinja yang diperiksa 37 (7,4%) anak babi terinfeksi oleh Strongyloides ransomi, babi babi yang terinfeksi tersebut berasal dari 15 (19%) peternakan. Infeksi paling sering dijumpai pada anak babi yang berumur antara 1 sampai tiga minggu. Prevalensi infeksi secara signifikan lebih tinggi dijumpai pada anak babi yang dipelihara secara tradisional dan pada anak babi yang dipelihara dilepas. Pada peternakan dengan pembersihan kandang yang rutin ditemukan prevalensi infeksi yang lebih rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan sistem manajemen dan kebersihan kandang efektif untuk menekan infeksi Strongyloides ransomi.
Pig production is one of the most important livestock industries in Bali. Pig population recorded in Bali between 1998-2002 ranged from 840,000 - 900,000 with the majority of produc tion in herds of 5 sows. Pre weaning mortality is a major cause of production loss worldwide. Common causes of death include low birth weight, fluctuating ambient temperatures, inadequate colostral intake, poor hygiene and diarrhoea. Strongyloides ransomi is one of the infectious agents causing diarrhoea in pre weaning piglet. The aim of this study was to determine the prevalence of diarrhoea in pig weaning piglet caused by Strongyloides ransomi. The survey was performed in eight regencies in Bali. Five hundreds and one fecal samples of pig with diarrhoea from 79 farm were collected, and data on farm management and individual data were collected by a standardized questionnaire and exploratively anlyzed. The fecal samples were examined using the sodium acetate formaldehyde (SAF) concentration method for detecting of egg worm. A pig was recorder as infected with a parasite if at least one Strongyloides egg was found in fecal examination. Statistical analyses using Chisquare test and ANOVA were conducted to determine weather the difference in prevalence rates between groups of pigs was statistically significant. Of the 501 pre weaning piglets sampled, 37 (7.4%) were infected with Strongyloides ransomi, the infected piglets were originated from 15 (19%) of 79 smallholder farms. The infection was frequent in 1-3 weeks of age. The prevalence of Strongyloides ransomi infection was significantly higher in piglets that raised traditionally and free ranged pig. In the farms with the routine cleaning pen were found the lower prevalence of Strongyloides ransomi. The results of the present investigation indicated that improving manajemen system and hygiene are effective to decrease of the Strongyloides ransomi infection in pre weaning piglets
Kata Kunci : Penyakit Hewan, Babi,Diare, Strongyloides, Strongyloides ransomi, diarrhoea, pre weaning piglets.