Kajian perilaku dan analisis Proksimat Rusa Jawa (Cervus timorensis) di konservasi Ex-Situ Loka Wisata Lembah UGM Yogyakarta
YUSRIANI, Yenni, Dr.Ir. Djuwantoko, M.Sc
2005 | Tesis | S2 Ilmu KehutananBertujuan imtuk mengetahui sumber, jenis, kebutuhan, palatabttitas pakan dan analisis proksimat yang leikandung dalam pakan serta rekomendasi untuk pengelolaan konservasi ex - situ di Loka Wisata Lembah. Metode yang diguuakan Focal Animal Samplings pencatatan teibadap semua kegiatan meliputi perilaku makan, bergerak, istiiahat dan latn-lain. Palatabilitas menggunakan metode Palatabiliias Relatif. Kebutuhan, sumber dan jenis pakan menggunakan metode langsung dan wawancara. Analisis proksimat imtuk mengetahui kadar air, abu, protein, serat kasar, lemak kasar dan Bahan Bkstiak Tanpa Nitrogen (BETN) dengan menggunakan metode AOAC. Hasil penelitian memmjukkan sumber pakan didapalkan dari sekitar lokasl Ada 8 (delapan) jenis pakan yaitu rumput gajah, kolonjono, puhitan, lamtoro, daun iiaugka,daun waru, Gmelina dan beiingin: Populasi rusa Jawa membutuhkan pakan sebanyak 10.5 kg dengan asumsi jumlah kebutuhan pakan 10% dari berat tubuL Palatabilitas antara rusa Jawa an^-anak, betina dan jantan tidak b^eda. Perilaku harian rusa Jawa anak-anak, betina dan jantan sangat dominan teriiadap perilakii makan. Hasil analisis proksimat menunjukkan kadar air tertioggi gmelina 20,06 % dan terendah lamtoro 9.48 %. Abu tertinggi rumput gajah 13.75 % dan teraid^ gmelina 4.34 %. Serat kasar tertinggi rumput gajah 30,08 % dan terendah daun waru 12.99 %. Protein tertinggi lamtoro 16,36 % dan terendah beringin 8,20 %. Lemak kasar tertinggi lamtoro 4.S0 % dan terendah rumput gajah 1,18 %. Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) tertinggi lamtoro 45,22 % dan terendah rumput gajah 33.48 %. Modal irfama keb^asilan adalah pemahaman perflaku, pak^ palatabilitas dan kandungan gizi untuk menunjang konservasi ex- situ
Aim of the research is to identify source, type, need, palatabilitas level and proximate analysis of content in fodder and also give recommendation for the management in conservation ex - situ Loka Wisata Lembah. Focal Animal Sampling method was used by recording all activities including eating behavior, moving, rest and others. Relative palatabilitas method was used to identify fodder palatabilitas. Fodder Requirement was determined using direct method wether, source and type were determined hy direct observation and interview. Proximate Analysis using AO AC method was conducted to identify water content, ash level, protein rough fiber, rough tat and non Nitrogen extract matter. Tlie result indicates that feeder source was obtained from neighbour area. There were eight fodder types, namely: Riunput Gajah, Kolonjono, Pulutan, Lamtoro, Daun Nangka, Daun Warn, Gmelina dan Beringin. Java Deer need 10.5 kg fodder with an assumption that fodder requirement is 10% of body weight. Daily behavior of yoimg, male and female of Java deer is dominant in eating bdiavior. The result of proximate analysis indicate that die highest water content was foimd in gmelina 20,06 % and the lowest is in lamtoro 9,48 %. The hi^est ash level was found in rumput gajah 13.75 % and the lowest is in gmelina 4^4 %. The highest fiber content was found is in rumput gajah 30.08% and the lowest is in daun warn 12.99 %. The highest Protein level is in lamtoro 16.36% and the lowest is in beiingiD 8,20 % . The hi^est raw fat level was found is in lamtoro 4.50 % and the lowest is in rumput gajah 1.18%. The highest non nitrogen extract water was found is in lamtoro 45,22 % and the lowest is in rumput gajah 33.48%. The main asset of success is understanding of behavior, diet, palatabilitas and nutrient content to support the ex situ conservasition
Kata Kunci : Satwa Liar,Konservasi Rusa,Wisata