Analisis peranan wisata alam terhadap perekonomian daerah :: Studi kasus kawasan wisata Cangar Tahura R. Soeryo
MULYANIATI, Emmi, Prof.Dr.Ir. H. Chafid Fandeli, MS
2005 | Tesis | S2 Ilmu KehutananBahwa pariwisata memiliki peran yang signifikan terhadap perekonomian daerah telah sering dikemukakan. Akan tetapi peran pariwisata alam terhadap perekonomian daerah masih belum banyak diungkap. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan penerimaan dari karcis masuk kawasan wisata alam Cangar Tahura R. Soeryo, memperoleh gambaran peran wisata alam dalam mendukung perekonomian daerah dan menganalisis besarnya efek pengganda wisata alam dalam perekonomian daerah. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada sampel pengunjung yang dipilih secara acak. Kuisioner digunakan untuk mengetahui besarnya pengeluaran pengunjung, jenis penge luaran pengunjung, lama tinggal dan mengidentifikasi sektorsektor yang terkait dengan pariwisata alam. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis multiplier model regional income generation, shift share dan input output (analisis keterkaitan dan penggandaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun penerimaan dari karcis masuk tahun 1999 hingga 2003 sebesar 5,17% sedangkan pada tahun 1999 hingga 2004 sebesar 28,06%. Kontribusi penerimaan karcis masuk kawasan wisata alam Cangar terhadap total PAD sektor retribusi daerah Propinsi Jawa Timur sebesar 0,006% pada tahun 2002 dan 0,009% pada tahun 2003 sedangkan bagi Kota Batu kontribusinya terhadap total penerimaan daerah bagi hasil bukan pajak sebesar 0,082% pada tahun 2002 dan 0,160% pada tahun 2003. Multiplier yang berasal dari pengeluaran pengunjung kawasan wisata Cangar sebesar 0,1813. Menurut kinerjanya, pariwisata alam di Kota Batu memiliki keunggulan kompetitif negatif akan tetapi komposisi industrinya tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan komposisi industri Propinsi Jawa Timur. Berdasarkan keterkaitan dan dampaknya, sektor-sektor yang terkait pariwisata alam yang merupakan sektor unggulan adalah pengangkutan dan komunikasi. Sektor industri makanan, minuman dan tembakau dan restoran dan hotel merupakan sektor potensial sedangkan sektor tanaman bahan makanan dan perdagangan merupakan sektor yang tertinggal. Namun untuk sektor tanaman bahan makanan meski termasuk sektor yang tertinggal memiliki angka pengganda pendapatan yang tinggi
That tourism has a significant role to regional economy has much been reported. However, the role of nature tourism to regional economy has less been raised. In accordance with the later issue, the objectives of this research are to know the growth rate of entrance fee revenue of Cangar nature recreation area R. Soeryo Provincial Forest, to get view of the role of nature recreation to support regional economy and to analyze the measure of multiplier effect in regional economy. This research used primary and secondary datas. Primary data was obtained from accidental sampling of visitors with the aid of structured questionnaire. Questionnaire was used to know visitor expenditure, type of expenditure, length of stay and to identify sectors which were related to nature tourism. Datas were processed with multiplier regional income generation, shift share and input output (linkages and multiplier effect analysis) models analysis. The result showed that annual growth rate of entrance fee revenue from 1999 to 2003 was 5,17% and to 2004 was 28,06%. The contribution of entrance fee revenue was 0,006% in 2002 and 0,009% in 2003 of total Ind igenous Local Revenue from local retribution sector of East Java Province and its contribution to Batu City was 0,082% in 2002 and 0,160% in 2003 of total local revenue from non taxes sharing holder. Multiplier from visitor expenditure was 0,1813. According to its performance, nature tourism in Batu City had a negative differential shift (regional share), however, its industrial mix (proportional shift) grew higher than in East Java Province. According to its linkages and impacts, nature tourism related sectors that had strong backward and forward linkages and high output multiplier was transportation and communication sector. Food, bavarages and tobacco and restaurant and hotel sectors had strong backward linkages, and farm food crops and trade sectors had weak backward and forward linkages and low output multiplier. However, farm food crops sector had a high income multiplier.
Kata Kunci : Pariwisata,Wisata Alam,Konservasi, nature tourism - provincial forest - regional economy