Laporkan Masalah

Pengaruh jenis media, kombinasi dosis zat pengatur tumbuh dan kemasakan buah terhadap keberhasilan induksi Kalus Tusam (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese)

MAIMUNAH, Siti, Prof.Dr.Ir. S.M. Widyastuti, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Perbanyakan tusam (P. merkusii) secara generatif terkendala musim, banyak biji yang dihasilkan per satuan pohon dan sifat biji semi rekalsitran. Kendala tersebut dapat diatasi dengan perbanyakan vegetatif baik makro maupun mikro. Perbanyakan mikro melalui Embriogenesis tidak langsung dengan induksi kalus embriogenik merupakan teknik perbanyakan masa depan, karena nantinya dari satu biji akan dapat dihasilkan bibit dalam jumlah yang tidak terbatas. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penginduksian kalus embriogenik adalah tipe, tingkat fisiologis eksplan, genotip, kondisi fisik lingkungan, formulasi media dan zat pengatur tumbuh. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara yang paling cepat dalam menghasilkan kalus embriogenik melalui penggunaan jenis media, kombinasi dosis zat pengatur tumbuh dan kemasakan buah. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 x 6 x 2 yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah jenis media dengan menggunakan media MSG dan DCR, faktor kedua adalah kombinasi dosis zat pengatur tumbuh 2,4-D dan BAP yang ditambahkan dalam media dengan perbandingan ((0:2,5); (0:5); (4,5:2,5); (4,5:5); (9:2,5); (9:5)) μM, sedangkan faktor ketiga adalah tingkat kemasakan buah yaitu embrio belum masak dan embrio masak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media MSG dengan penambahan 4,5 μM 2,4-D dan 2,5 μM BAP dan menggunakan eksplan embrio belum masak (muda) secara bersamaan paling efektif untuk menginduksi kalus embriogenik tusam.

Generative propagation of tusam (P. merkusii) has constraint on season, low seed productivity, and semi recalcitrant seed. This constraint can be solved by vegetative propagation both macro and micro. Micropropagation through embryogenic callus production will become potencial propagation system, because theoretically many seedling can be produced from one seed. There are factors influence the succesful of callus induction i.e. physiological status of the explant and physical environtment. This research was aimed to know the appropriate method of inducting callus by the use of the different medium, combination auxin cytokinin dosages and embryo maturity. A 2 x 6 x 2 factorial experiment was arranged in completely randomized design (CRD). The first factor is type of medium MSG and DCR. The second factor is combination of plant growth regulators 2,4-D and BAP dosage with range ((0:2,5); (0:5); (4,5:2,5); (4,5:5); (9:2,5); (9:5)) μM. The third factor is embryo maturity i.e. immature and mature. The result showed that application of MSG with 4,5 μM 2,4-D and 2,5 μM BAP and immature embryo concurrently the most effective combination to produce tusam (P. merkusii) embryogenic callus.

Kata Kunci : HTI,Kayu,Tusam,Induksi Kalus,Jenis Media, medium, auxin cytokinin, embryo maturity, callus and tusam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.