Pengembangan perakaran organ kultur pada Cendana (Santalum album Linn.)
HERAWAN, Toni, Prof.Dr.Ir. H. Moh. Na'iem, M.Agr
2005 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPengembangan perakaran organ kultur Cendana (Santalum album Linn.) ini bertujuan untuk mengetahui : (1) media dasar, zat pengatur tumbuh Kinetin, serta kombinasinya yang dapat memberikan respon terbaik pada tahap perakaran cendana, dan (2) untuk mengetahui komposisi media, jenis inang primer ( host plant), serta kombinasinya yang dapat memberikan respon terbaik terhadap ketahanan tumbuh cendana di rumah kaca. Dalam skala yang lebih luas penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar dalam rangka menunjang pengadaan bibit dan pengembangan Cendana dalam skala operasional. Secara umum protocol Kultur Jaringan cendana telah diketahui, akan tetapi ada beberapa kendala/permasalahan yaitu pada tahap perakaran dan tahap aklimatisasi. Dengan demikian penelitian ini difokuskan pada : (1) penelitian penggunaan media 1/2 MS, 1/2 GD, dan 1/2 WPM, serta penggunaan Kinetin pada berbagai tingkat konsentrasi (0; 0,25; 0,50; 0,75; dan 1 mg/l) pada pengembangan perakaran Cendana dan (2) penelitian penggunaan macam media terdiri M1 (debu vulkanik : top soil Purwobinangun, Pakem, Sleman : pupuk kandang) (3:1:1, v/v/v) . M2 (debu vulkanik : top soil Playen, Gunung Kidul : pupuk kandang) (3:1:1, v/v/v) dan M3 (debu vulkanik : top soil Kaliurang : pupuk kandang) (3:1:1, v/v/v). Faktor kedua adalah jenis inang sekunder (T), terdiri dari T1 = Kaliandra (Caliandra callotirsus); T2 = Krokot (Crotalaria juncea); T3 = cabe rawit (Capsicum annum L.) pada aklimatisasi Cendana di rumah kaca. Hasil penelitian I didapatkan bahwa media dasar 1/2 MS serta penggunaan kombinasi zpt IBA 20 mg/l ditambah IAA 1 mg/l , serta perlakuan konsentrasi Kinetin 0,75 mg/l memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan akar Cendana. Hasil penelitian II didapatkan bahwa baik media maupun inang primer belum memberikan respon terhadap ketahanan tumbuh Cendana di rumah kaca
Root development of organ culture in Sandalwood (Santalum album Linn.) objective are : (1) to know the base medium, growth regulator concentration of Kinetin, and combination of this treatment that has best response to rooting phase of Sandalwood, and (2) to know medium composition, primary host plant, and combination of this treatment that has best response to growth survival of Sandalwood in greenhouse. This study is expected to play role in contributing great advantages to support the plant material provision in operational scale. Generally, the protocol of tissue culture of Sandalwood has been acknowledged, however there are still problems on rooting and acclimatization phase. Therefore the study is focused on : (1) 1/2 MS medium application, 1/2 GD, and 1/2 WPM, also application of Kinetin in different levels of concentration (0; 0,25; 0,50; 0,75; and 1 mg/l) on root development in Sandalwood and (2) application of medium type consist of M1 (volcanic dirt : Purwobinangun, Pakem, Sleman top soils : organic fertilizer) (3:1:1,v/v/v). M2 (volcanic dirt : Playen, Gunung Kidul top soils : organic fertilizer) (3:1:1,v/v/v) and M3 (volcanic dirt : Kaliurang top soils : organic fertilizer) (3:1:1,v/v/v). The second factor is primary host plant (T), consist of T1 = kaliandra (Caliandra callotirsus); T2=krokot (Crotalaria juncea); and T3=cabe rawit (Capsicum annum L.) on acclimatization of Sandalwood in green house. Study result –1 concluded that base medium of 1/2 MS and application of Plant Growth Regulators IBA 20 mg/l combine with IAA 1 mg/l, and treatment of 0,75 mg/l Kinetin concentration have best response to growth and enlargement of Sandalwood root. Study result-II concludes that both of medium and primary host plant have slow response to growth survival of Sandalwood in greenhouse
Kata Kunci : Hutan,Cendana,Teknik Kultur Jaringan