Laporkan Masalah

Faktor-faktor kepatuhan rujukan ibu hamil risiko tinggi ke Rumah Sakit Umum Palembang Bari tahun 2003

SUDIRMAN, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.,Ph.D

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Indonesia meningkat dalam lima tahun terakhir, diindikasikan sebagai akibat dari krisis ekonomi sejak tahun 1997. Kematian ibu sebagian besar terjadi pada saat persalinan yang disebabkan pendarahan, toksemia grafidarum atau eklampsi, komplikai abortus, infeksi post partum, partus lama, anemia dan penyebab tak langsung. Persalinan yang ditolong tenaga medis pada penduduk miskin masih jauh dibawah 20 persen. Terdapat tiga faktor keterlambatan penyebab kematian maternal, keterlambatan dalam keputusan mencari pelayanan, keterlambatan mencapai tempat pelayanan kesehatan dan keterlambatan menerima pelayanan kesehatan. Untuk menurunkan angka AKI salah satu usaha yang telah ditempuh adalah penyediaan sarana obstetrik untuk ibu hamil dan sistem rujukan yang berjenjang. Namun tingkat penggunaan sarana obstetrik dan sistem rujukan masih sangat memprihatinkan. Tujuan: Penelitian ini berusaha mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan ataupun kepatuhan terhadap rujukan persalinan ibu hamil risiko tinggi (bumil risti) oleh puskesmas ke RSUD Bari tahun 2003. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah ibu hamil risiko tinggi trimester ketiga yang dirujuk oleh puskesmas ke RSU Palembang Bari periode Januari hingga Desember 2003. Sampel yang digunakan adalah seluruh total populasi rujukan tersebut yang dimasukkan dalam penelitian. Data dikumpulkan dari data sekunder dan data primer dengan teknik wawancara. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis bivariate dan multivariate . Hasil: Jumlah ibu hamil risiko tinggi yang patuh pada rujukan adalah 208 (65.62%) dan tak patuh rujukan 109 (34.38%). Dari uji chi square diperoleh bahwa; 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status primigravida ibu, paritas, riwayat persalinan lalu si ibu, jarak kehamilan, dengan kepatuhan pada rujukan; dan 2) terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan si ibu, pekerjaan kepala keluarga, penanggung biaya dan jarak rumah ke RSUD dengan kepatuhan pada rujukan. Dari analisis multivariate diperoleh bahwa ibu berpendidikan lebih rendah (≤ lulus SLTP) adalah 10.226 kali lebih besar kemungkinannya untuk patuh pada rujukan daripada ibu dengan pendidikan >SLTP setelah dikontrol variabel paritas, pekerjaan kepala keluarga dan jarak rumah ke RSUD Bari. Kesimpulan: Tingkat patuh rujukan ibu hamil risiko tinggi masih rendah (65.62%). Ibu dengan pendidikan ≤ SLTP adalah 10.226 kali lebih besar kemungkinannya untuk patuh pada rujukan dari pada ibu dengan pendidikan > SLTP setelah dikontrol variabel paritas, pekerjaan kepala keluarga dan jarak rumah ke RSUD. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap melalui pathway apa pendidikan berhubungan dengan kepatuhan pada rujukan.

Backgrounds: Obstetric Maternal mortality and infant mortality in Indonesia have been heightened in recent five years, be indicated as a result from economics crisis since 1997. Most of Maternal mortality occurs at labor time caused by hemorrhage, toksemia grafidarum or eklampcia, abortus complication, post partum infection, long partus, anemia and indirect causes. The delivery that attend by medical staff on poor people still far less than 20 pecent. There are three late factors that caused maternal mortality, late in decision on care seeking, late to reach at health service site and late in accept health service. To reduce maternal mortality rate, one of effort which be performed is provide obstetric facility to pregnant mother and gradual referral system. But the level of obstetric facility using and referral system still be apprehensive about. Objectives: This research was aimed to knowing the factors that connected to the utilizing or adhering to obstetric referral of high risk pregnant woman by community health center to RSUD Bari in 2003. Methods: This research was performed with cross sectional design. The subject of the research is high risk pregnant woman in third trimester that be referred by community health center to RSUD Bari in Januari to December 2003 period. The sample of the research is the total of that referral population was included in the research. The data was collected from secondary and primary data with interview technique. Analysis of quantitative data was performed with bivariate and multivariate analysis. Results: The number of high risk pregnant woman that adhere to the referral is 208 (65.62%) and not adhere to referral is 109 (34.38%). From chi square test was obtained that; 1) there is no significant correlation between primigravida status, parity, last delivery history of the mother, pregnant spacing, with the adherance to the referral; and 2) there is significant correlation between the mother’s education, occupation of the head household, financing guarantor and house distance to RSUD, with the adherance to the referral. From multivariate analysis was obtained that lower educated mother (≤ SLTP graduate) is 10.226 fold greater the likelihood to adhere to the referral than the mother with education >SLTP after controlling of parity, head household occupation and house distance to RSUD Bari. Conclusions: The adhereance level of high risk pregnant mother was still low (65.62%). The mother with education ≤ SLTP was 10.226 fold more greater the likelihood to adhere to the referral than the mother with education level > SLTP after controlling of parity, head household occupation and house distance to RSUD Bari. Its required follow up research to discovered through what pathway the education level correlated to the adherance to the referral.

Kata Kunci : Kesehatan Ibu,Kehamilan Resiko Tinggi,Rujukan Persalinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.