Laporkan Masalah

Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian hepatitis B dan hepatitis C pada pendonor darah di PMI Cabang Kota Yogyakarta

RAHAYUJATI, Theodola Baning, dr. Siti Nurdjanah, M.Kes.,SpPD

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Hepatitis B Virus (HBV) dan hepatitis C virus (HCV) merupakan masalah kesehatan di negara berkembang. Penularan HBV dan HCV terjadi karena adanya paparan darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Hasil skrining HBsAg dan anti HCV pada pendonor darah di PMI Cabang Kota Yogyakarta dalam 5 tahun terakhir mengalami kecenderungan meningkat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hepatitis B dan hepatitis C pada pendonor darah di PMI Cabang Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang. Penelitian dilakukan di Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) PMI Cabang Kota Yogyakarta. Variabel dependen adalah status infeksi hepatitis B yang ditandai dengan penanda HBsAg menggunakan pemeriksaan EIA atau immunochromatography dan hepatitis C yang ditandai dengan penanda anti HCV menggunakan pemeriksaan EIA atau rapid test sedangkan variabel independen adalah riwayat transfusi darah, penggunaan jarum suntik secara bergantian, pembuatan tato permanen, tindik, akupuntur, pemeriksaan rongga mulut/dokter gigi, ada anggota keluarga yang menderita hepatitis, menggunakan sikat gigi dan alat cukur bergantian dan hubungan seks dengan bukan suami/istri. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah alat uji saring darah serta kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah analisa univariat dan multivariat. Hasil penelitian pada 805 subyek diperoleh prevalensi hepatitis B adalah 2,2% dan 0,6% untuk hepatitis C. Hasil analisis univariat faktor yang berhubungan dengan kejadian hepatitis B dan hepatitis C adalah riwayat pernah berhubungan seks dengan bukan suami/istri (ORHBV=5,47; 95%CI 2,06-14,50 dan ORHCV=12,45; 95%CI 2,05-75,57). Hasil analisis multivariat yang bermakna secara statistik untuk faktor yang berhubungan dengan kejadian hepatitis B dan kejadian hepatitis C adalah riwayat pernah berhubungan seks dengan bukan suami/istri (ORHBV=5,86, 95%CI 2,10-16,34 dan ORHCV= 14,62; 95% CI 2,29-93,45). Kesimpulan penelitian ini adalah riwayat pernah berhubungan seks dengan bukan suami/istri merupakan faktor resiko yang bermakna terhadap kejadian hepatitis B dan hepatitis C pada pendonor darah di PMI Cabang Kota Yogyakarta. Pendidikan kesehatan tentang resiko penularan HBV dan HCV melalui hubungan seks perlu menjadi fokus utama program bidang kesehatan.

Background. Hepatitis B virus (HBV) and Hepatitis C virus (HCV) infection transmitted through blood product remains the major infectious problems in developing countries. There was an increase of HBsAg and anti-HCV prevalence among blood donors in Jogjakarta in the last five years. Therefore, the objective of this study was to identify factors associated with HBV and HCV infections in this group. Methods. This cross sectional study was conducted among blood donors in five units of blood transfusion unit in Jogjakarta Municipality Red Cross. The status of HBV infection was ascertained with the presence of HbsAg using EIA or immunochromatography, and HCV infection was determined by the presence of anti HCV using Enzyme Immuno Assay (EIA) or rapid test. Histories of blood transfusion, use of injection needles, tattooing, body piercing, acupuncture, dental treatment, family history of hepatitis, sexual activities, and use of shared tooth brushes and razor blades were collected using questionnaire. Result. Out of 805 subjects screened, 2.2% and 0.6% werw HBV positive and HCV positive, respectively. Only sexual activity with partners other than spouse was significant predictor of infections in the multivariate analysis (ORHCV=5,86, 95%CI 2,10-16,34 and ORHCV= 14,62; 95% CI 2,29-93,45). Conclusion. The higher prevalence of HBV and HCV infections among blood donors found in this study should alert public health practitioner. Providing health education on reproductive health and risk of sexual transmission of HBV and HCV should therefore be among the major focuses of health authority.

Kata Kunci : Epidemiologi Lapangan,HBV DAN HCV,Donor Darah, Hepatitis B Virus (HBV), Hepatitis C Virus (HCV), Blood Donors, HBsAg, anti-HCV


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.