Laporkan Masalah

Hubungan antara pola konsumsi gluten dan kasein dengan skor CARS (Chilhood Autism Rating Scale) pada anak SD (Autistic Spectrum Disorder)

RACHMAWATI, dr. Sunartini, Ph.D.,Sp.A(K)

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Prevalensi Autistic Spectrum Disorder (ASD) dalam beberapa tahun ini meningkat. Secara keseluruhan pada tahun 1980 adalah 2: 10.000 atau 1: 5000, untuk kemudian meningkat pesat 10 kali lipat pada tahun 1995. Salah satu yang harus diperhatikan pada anak autis adalah jenis makanannya khususnya bahan makanan yang mengandung gluten dan kasein karena dapat mempengaruhi susunan saraf pusat. Untuk mendiagnosis serta menentukan derajat autis dapat menggunakan berbagai skala dan kuesioner yang telah dikembangkan, tetapi belum ada yang dapat digunakan secara universal. Salah satu skala untuk mendiagnosis autisme di PPPTKA (Pusat Pengkajian dan Pengamatan Tumbuh Kembang Anak) Yogyakarta adalah CARS (Childhood Autism Rating Scale) yang dilakukan dengan cara observasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara pola konsumsi gluten dan kasein dengan skor CARS pada anak ASD. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah cross sectional dilengkapi dengan metode kualitatif. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ada perbedaan signifikan antara pola konsumsi gluten dan kasein sebelum diagnosis dengan sesudah diagnosis p < 0,001. Sedangkan untuk skor CARS tidak terdapat perbedaan signifikan antara CARS awal dan CARS akhir p = 0,14. Tidak ada hubungan signifikan antara penurunan konsumsi gluten dan kasein dengan penurunan skor CARS ( r= 0,274, p=0,82). Kesimpulan: 1) Ada penurunan pola konsumsi gluten dan kasein sebelum dan sesudah diagnosis; 2) Penelitian ini belum dapat membuktikan hubungan antara penurunan pola konsumsi gluten dan kasein dengan penurunan skor CARS; 3) Sebagian besar ibu meyakini bahwa ada perubahan perilaku sebelum diet dengan sesudahnya. Perbaikan yang dilihat berupa, berkurangnya gangguan emosi, gangguan tidur, berkurangnya hiperaktif dan gangguan pencernaan seperti diare.

Background: ASD (Autistic Spectrum Disorder) prevalence is increasing in the last few years. In 1980 the prevalence was 2:10,000 0r 1:5,000 and increased sharply in 10 fold in 1995.One thing that has to be monitored in autistic children is their consumption of foods especially food which contain gluten and casein because these foods can affect central neural system. Various scales and questionnaires have been developed and used to diagnose and determine level of autism at Center of Child Development Observation Study of Yogyakarta is CARS (Childhood Autism Rating Scale) which is done through observation. Objective: The study was meant to identify the relationship between gluten and casein consumption pattern and CARS (Childhood Autistic Rating Scale) score of children with ASD (Autistic Spectrum Disorder). Methods: The study used cross sectional design and completed qualitative approach. Result: Result of the study, There was significant differed between eating pattern gluten and casein before diagnose from after diagnose p<0,001. There was no significant different between CARS before diagnose from after diagnose p= 0,14. (r= 0,274, p= 0,82). Conclusion: 1) There was decrease of gluten and casein consumption before and after the diagnose; 2) There was no significant relationship between decrease gluten and casein with decrease CARS 3)Most of mothers were convinced that there was behavioral change before and after the diet; evaluated there were decrease for emotional, sleep patterns, tantrum hyperactivity and diarrhea

Kata Kunci : Gizi,Anak Autis,Gluten dan Kasien,

  1. S2-PAS-2005-Rahmawati-abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2005-Rahmawati-bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2005-Rahmawati-tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2005-Rahmawati-title.pdf