Perbandingan peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi ramaja antara metode pendidikan sebaya dan pendidikan formal pada proyek SMPFA
HANDOKO, Martha, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,SpOG.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatMasalah kesehatan reproduksi remaja merupakan masalah global dan cenderung makin meningkat, diantaranya kehamilan tak dikendaki, aborsi tak aman, penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Statistik nasional memperlihatkan bahwa sekitar 75 persen penderita AIDS atau waktu terjangkitnya HIV terjadi pada usia remaja. Masalah kesehatan reproduksi remaja berkaitan erat dengan rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Oleh karena itu remaja perlu dibekali dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja. Strategi untuk membekali remaja dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi diantaranya melalui projek Safe Motherhood: Partnership and Family Approach (SM-PFA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode pendidik sebaya dibanding pendidikan formal dan efektifitas projek SM-PFA dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dan qualitative study, menggunakan data sekunder SKRRI 2002-2003 dan data survei evaluasi final projek SM-PFA. Subjek penelitian terdiri dari remaja yang mendapat KIE kesehatan reproduksi dengan metode pendidik sebaya dan pendidikan formal di kabupaten SM-PFA dan remaja di kabupaten non SM-PFA. Analisis data menggunakan uji t. Penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi antara metode pendidik sebaya dan pendidikan formal tidak ada perbedaan, demikian juga dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di kabupaten SM-PFA dan non SM-PFA. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan informasi kesehatan reproduksi remaja melalui media massa. Kesimpulan dari penelitian ini, data kualitatif menunjukkan bahwa metode pendidik sebaya efektif tetapi pendampingan untuk remaja belum merata. Intervensi pada projek SM-PFA untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum optimal.
Background: Many reproductive health related problems during adolescence is global burden and tend to increase, including unwanted pregnancy, unsafe abortion, Sexually Transmitted Infections (STIs), and HIV/AIDS. According to National Statistics, 75 percents of AIDS cases or HIV infections occur in adolescence stage. This is caused by lack of accurate information about reproductive and sexual health. Therefore, there is need to increase adolescents’s knowledge on various reproductive health issues. Strategy that address the need of adolescents in term of reproductive and sexual health information is Safe Motherhood: Partnership and Family Approach (SM-PFA) project. Objectives: This study was aim to find out the effectiveness of peer education compare with formal education and the effectiveness of SM-PFA project on increasing the knowledge of adolescents on reproductive health. Methods: The method of this study was cross sectional study and qualitative study, using Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey 2002-2003 data and final evaluation SM-PFA project data. Data was analysed by using t-test. Qualitative data were gathered with indepth interview and focus group discussion. Results: The result of t-test showed that there was no difference between peer education and formal education, and there was no difference between SM-PFA districts and non-SM-PFA districts. Level of education and information from mass media had influence toward adolescent’s knowledge. Conclution: Qualitative data show that peer education was effective but not all adolescents can touch by outreach program. Intervention in project SM-PFA to increase adolescents’s knowledge on reproductive health still not yet optimum.
Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi,Pengetahuan Remaja,Metode Pendidikan, peer education, formal education, knowledge, reproductive health