Determinan jarak kelahiran anak pada wanita multipara di Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah
SIREGAR, Sarinah, dr. Ova Emilia, M.Med.,SpOG.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: morbiditas dan mortalitas wanita hamil masih merupakan masalah besar di negara-negara berkembang. Cara yang dipilih Departemem Kesehatan R.I untuk menurunkan masalah tersebut adalah mengurangi risiko tinggi kehamilan, salah satunya dengan mengatur jarak kelahiran anak 3-5 tahun, yang berdampak pada kesehatan serta kesejahteraan ibu dan anak. Di Kabupaten Purworejo jarak kelahiran kurang dari 36 bulan adalah 30,8 persen, 36-60 bulan 31,9 persen dan lebih dari 60 bulan adalah 37,26 persen. Jarak kelahiran anak sangat dipengaruhi oleh variasi karasteristik demografi dan sosial budaya seperti dukungan suami, anjuran dari petugas kesehatan, praktek menyusui, umur ibu, pendidikan ibu, anak sebelumnya hidup atau meninggal, dan preferensi seks anak. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jarak kelahiran pada wanita multipara di Kabupaten Purworejo. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD). Subjek penelitian adalah wanita multipara dengan besar sampel 100 orang. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, chi-square dan analisis regresi logistik. Hasil: Dukungan suami berhubungan secara signifikan dengan jarak kelahiran optimal, dengan nilai p = 0,007 dan nilai RR = 4,629 (1,510- 14,192). Variabel berikutnya juga menghasilkan hubungan yang signifikan adalah pendidikan ibu dengan nilai p = 0,033 dan RR = 3,998 (1,122-14,240). Sedangkan variabel ketiga yang bermakna adalah anjuran dari petugas kesehatan, dengan nilai p = 0,031 dan RR = 3,846 (1,131-13,05). Hubungan umur ibu terhadap jarak kelahiran anak pada analisis bivariabel bermakna, tetapi pada analisis multivariabel hubungan ini tidak bermakna. Variabel anak sebelumnya hidup atau meninggal dan preferensi seks anak secara statistik tidak mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap determinan jarak kelahiran anak. Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap determinan jarak kelahiran optimal pada wanita multipara di Kabupaten Purworejo ada tiga, yaitu dukungan suami, anjuran dari petugas kesehatan dan pendidikan ibu.
Background: Pregnant woman morbidity and mortality are major problems of developing countries. A way to solve such problems taken by the Ministry of Health is by reducing high risk pregnancy through arrangement of birth interval 3 – 5 years which affects mother and child health and welfare. In Purworejo District birth interval less than 36 months is 30,8%, between 36 to 60 months is 31.9% and more than 60 months is 37.26%. Birth interval is greatly affected by various demographic and social cultural characteristics such as husbands' support, suggestion of health staff, age and education of mothers, whether previous children are alive or dead, and preference on children's sex. Objectives: To identify factors effecting birth interval among multipara women at Purworejo District. Methods: The study used a cross sectional design with quantitative and qualitative approaches. Data were collected through questionnaires and focus group discussion (FGD). Subject of the study were multipara women with as many as 100 people. Data were analyzed using descriptive statistics, chi square and logistic regression. Results: Husbands' support was significantly related to optimum birth interval with p=0.007 and RR= 4,629 (1,510-14,192). Education of mothers was also significantly related to birth interval with p=0.032 and RR=3,998 (1.122 – 14,240). Another variable significantly related to birth interval was suggestion of health staff with p=0.031 and RR=3.810 (1.131 – 13,05). According to bivariable analysis, age of mothers had significant relationship with birth interval, but according to multivariable analysis the two had no significant relationship. Variables of previous delivery/birth and sex preference statistically had no significant effect to birth interval determinant. Conclusion: Factors affecting optimum birth interval determinant among multipara women at Purworejo District were husbands' support, suggestion of health staff and education of mothers.
Kata Kunci : Jarak Kelahiran,Wanita Multipara