Hubungan konflik peran dan ambiguitas peran pekerja dengan komitmen organisasi di Poli Satelit dan layanan Remote Area Rumahsakit Pertamina Balikpapan
SARI, Irma Fitria, Drs. Sito Meiyanto, Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Masalah yang terjadi di poli Satelit dan Layanan Remote Area adalah karyawan bekerja terkesan monoton sehingga kreativitas dan inisiatif sangat kurang, masih mementingkan tugasnya masing-masing dan pandangannya terhadap organisasi masih berbeda-beda serta karyawan merasa tidak jelas karirnya dan job description yang tidak sesuai dengan kemampuan serta kurangnya perhatian dari manajemen.Hal ini menimbulkan konflik peran dan ambiguitas peran yang berdampak pada komitmen organisasi Tujuan : Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara konflik peran dan ambiguitas peran dengan komitmen organisasi baik secara keseluruhan maupun dari aspek-aspek yang terdapat dalam variable penelitian ini. Metode :Penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional dengan objek penelitian karyawan di poli satelit dan layanan remote area rumah sakit Pertamina Balikpapan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner berskala Likert. Alat Ukur yang digunakan adalah Ambiguity and Role Conflicts Questionaire dari Schuler et,al., (1983) dan angket komitmen organisasi yang disusun oleh Alrosyid (1995) yang dijabarkan dari aspek-aspek komitmen dari Steers dan Porter (1983).Data dianalisis dengan Uji statistic korelasi dan analisis regresi Hasil dan pembahasan :Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara konflik peran dan ambiguitas peran dengan komitmen organisasi dengan r = -0,673 ; p= 0,000. Hubungan konflik peran dan komitmen organisasi menunjukkan hubungan yang cukup signifikan dengan r = -0,625; p = 0,000. Hasil analisis antara ambiguitas peran dan komitmen organisasi menunjukkan hasil yang cukup signifikan dengan nilai r= -0,536 ; p = 0,0000.Dari hasil analisis multivariate terlihat bahwa konflik peran aspek 2 mempunyai pengaruh paling besar dan korelasi yang cukup signifikan pada komitmen organisasi aspek 1 dengan nilai B = 1,010,r= -0,558 ; p = 0,017. Pada komitmen organisasi aspek 2 terlihat juga bahwa konflik peran aspek 2 memiliki pengaruh dan korelasi yang signifikan dengan nilai B = 0,784;r = -0,784 ; p = 0,001.Untuk komitmen organisasi aspek 3 dipengaruhi oleh ambiguitas peran aspek 2 dan korelasi yang sedang dengan nilai B = 0, 413; r= -0,595 ; p= 0,000. Kesimpulan : a.Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara konflik peran dan ambiguitas peran dengan komitmen organisasi. b. Terdapat hubungan yang negatif dan cukup signifikan antara konflik peran dan komitmen organisasi.C. Terdapat hubungan negatif dan cukup signifikan antara ambiguitas peran dan komitmen organisasi.Aspek yang paling menonjol adalah konflik peran aspek 2 dengan komitmen organisasi. Untuk ambiguitas peran yang mempunyai pengaruh dengan komitmen organisasi adalah ambiguitas peran aspek 2. Saran : Untuk meningkatkan komitmen organisasi dengan mengurangi konflik peran dan ambiguitas peran, maka perlu dilakukan upaya sosialisasi untuk memberikan kejelasan tugas, tanggung jawab dan wewenang kerja kepada karyawan. Sehingga dengan memperhatikan kejelasan tugas, tanggung jawab dan wewenang kerja, karyawan dapat mencapai hasil maksimal sesuai dengan harapan organisasi. Organisasi juga lebih memperhatikan upaya peningkatan kemampuan karyawan dengan pengembangan dan pelatihan sehingga karyawan akan berusaha maksimal dan yakin dengan nilai-nilai dan tujuan organisasi.
Background: The problem that have happen in satelit polyclinic and remote area service is the employees seem to work constantly, so the creativity and initiative are very less. They do only their own individually and their knowledge about organization are differently. The employees do not know exactly about their career and their job descriptions are not the same with their ability and less attention from management. Those problems caused role conflict and ambiguity that impact to organization commitment. Purpose: The study aimed to examine the correlation between role conflict and ambiguity with organization commitment from the aspects in the variable of this study and the whole. Method: The study used non experimental with cross sectional method. Subject of the study was staffs in Satelit Polyclinic and remote area service in Pertamina Hospital Balikpapan. The Instrument of the study was questionnaire with Likert scale using ambiguity and role conflict questionnaire. Data were analyzed by correlation and regression analysis. Result and Discussion: There is significant correlation between role conflict and ambiguity and organization commitment with r = -0,673; p = 0,000. The correlation of role conflict and organization commitment showed significant correlation with r = -0.625; p = 0.000. The analysis result between role ambiguity and organization commitment show significant correlation with r = -0.536; p = 0.000. From the multivariate analysis it is showed that second aspect of role conflict has much influence and significant correlation on first aspect of organization commitment with B = 1.010, r = -0.558; p = 0.017. The second aspect of organization commitment is showed that second aspect of role conflict influenced and correlated significantly with B = 0.784; r = -0.748; p = 0.001. The third aspect organization commitment was influenced by second aspect role ambiguity and adequate correlation with B = 0.413; r = -0.595; p = 0.00. Conclusion: a. There is significant correlation between role conflict and ambiguity and organization commitment; b. There is negative correlation and adequate significant correlation between role conflict and organization commitment; c. There is negative correlation and adequate significant correlation between role ambiguity and organization commitment. The second aspect of role conflict with organization commitment is the most important one. Second aspect of role ambiguity has correlation with organization commitment.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Sumberdaya Manusia,Ambiguitas Peran,Konflik Peran, role conflict, role ambiguity, organization commitment