Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan penempatan dokter spesialis ikatan dinas
MUSTIKOWATI, S.R, Prof.dr. Laksono Trisnantoro, MSc.,PhD
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: masalah ketersediaan dokter spesialis saat ini dialami cukup kompleks, hal ini disebabkan oleh kurangnya ketersediaan tenaga dokter spesialis dan adanya kecenderungan para dokter spesialis untuk bekerja di kota -kota besar. Beberapa kebijakan telah dilaksanakan dalam pemerataan pelayanan spesialistik antara lain adalah pemberian bantuan beasiswa bagi peserta PPDS 7 bidang (4 dasar dan 3 penunjang). Walaupun telah terikat kontrak, ada beberapa lulusan spesialis peserta program ikatan dinas yang menolak untuk ditempatkan di lokasi yang ditetapkan. Tujuan penelitian: untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengruhi penempatan dokter spesialis Metode penelitian: jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, variabel bebas adalah Predisposing factor (motivasi, komitmen, keadaan sosial budaya, rasa aman dan pengetahuan daerah yang akan ditempati), enabling factor (penerimaan daerah tujuan, sarana didaerah tujuan, reward, karier pasca ikatan dinas), reinforcing factor (peraturan kebijakan, sanksi). Variabel tergantung adalah penempatan dokter spesialis ikatan dinas. Subject Penelitian para lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ikatan Dinas yang terdaftar di Biro Kepegawaian Depkes Juli s/d Desember 2003 yang menolak penempatan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian koesioner, wawancara, dan data sekunder. Hasil penelitian adalah dengan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian: hasil penelitian ini sebagian besar responden mempunyai motivasi dan komitmen rendah karena sarana daerah dalam menunjang pekerjaan tidak memadai sehingga tidak dapat mengembangkan karir. Reward yang diberikan juga belum sesuai dengan harapan. Responden kurang informasi tentang daerah yang akan dituju sehingga penerimaan daerah kurang. Responden tidak keberatan mengembalikan uang pendidikan 6- 20 kali asal terlepas dari perjanjian ikatan dinas berarti punishment yang diberikan tidak berpengaruh pada subjek. Kesimpulan: sebagaian besar dokter spesialis ikatan dinas menolak untuk penempatan karena komitmen dan motivasi rendah. Dari faktor predisposing, enabling, reinforcing yang paling dominan adalah faktor predisposing yaitu:komitmen dan motivasi
Background: The problem of specialist doctor availability is quite complicated at present due to limited number of specialist doctors and their preference for working in big cities. Some policies have been implemented to spread out specialized services such as providing scholarship for participants of specialist doctors education program in 7 fields (4 basic and 3 support). Although they have been bound to a contract, some refuse to be placed at they specified region after they graduated. Objectives: To identify affecting placement of specialist doctors. Methods: The research was an analytical type which used cross sectional design. Independent variables consisted of predisposing factors (motivation, commitment, social cultural condition, safety and knowledge about region of placement), enabling factors (revenue and facilities of the specified region, reward and post contract career), reinforcing factors (policies, sanctions). Dependent variable was placement of officially contracted specialist doctors. Subject of the study were graduates of officially contracted specialist doctor education program registered at Personnel Bureau of Ministry of Health from July to December 2003 who refused placement. Data were attained through questionnaire, interview and secondary data. Result of the study derived from analysis of both quantitative and qualitative data. Result: result of the study showed that most respondent had low motivation and commitment due to limited facilities of the specified region so that they could not develop their career. Reward had not yet been as expected. Respondents lacked information about the specified region so that they lacked acceptance of the region. They did not mind paying back the money for their education 6 – 20 folds on condition that they could get rid of contract agreement which meant that they were unaffected by punishment. Conclusion: Most officially contracted specialist doctors refused placement due to low commitment and motivation. Out of factors of predisposing, enabling and reinforcing, the most dominant was predisposing, i.e. commitment and motivation.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Sumberdaya Manusia,Pemberdayaan Dokter Spesialis, acceptance to placement, officially contracted specialist doctors